Tak Dapat Perhatian Pemkab, Peternak Kelulut HSS Mampu Pasarkan Produknya ke Jawa

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Kandangan – Tak kunjung mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten ( Pemkab) Hulu Sungai Selatan ( HSS), sejumlah peternak madu kelulut malah mampu memasarkan produknya hingga ke pulau Jawa.

Koordinator Kelompok Peternak Kelulut HSS, Adriyani mengungkapkan sebulan 10 hingga 20 liter madu Kelulut hasil budidaya kelompoknya meluncur ke berbagai kota di pulau Jawa.

” Alhamdulillah, selain pasar lokal madu Kelulut kami juga mampu menembus pasar di pulau jawa, walaupun tidak sebanyak untuk pasar di Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura, Palangkaraya, Sampit, Samarinda dan beberapa kota lain di Kalimantan,” terangnya kepada Wartaniaga, Ahad (15/5).

Menurutnya prospek budidaya madu Kelulut di kabupaten HSS cukup menjanjikan. Terbukti, ada puluhan orang yang saat ini mengerjakannya.

BACA JUGA:  Hari Raya Datang Kue Lebaran Jadi Peluang

” Kalau yang tergabung dalam kelompok kami saja ada 40 orang, sementara di luar dari itu masih banyak lagi,” katanya.

Rata-rata, lanjut Adriyani setiap anggota kelompok memiliki 20 hingga 40 keloni atau sarang Kelulut. Jumlah ini bisa dapat menghasilkan 10-15 liter madu setiap bulannya.

” Harga partai kami jual Rp 275 ribu perliter dan harga eceran untuk 250 mililiternya seharga Rp 100 ribu sampai Rp 120 ribu,” papar pria yang sejak 2019 yang lalu menggeluti profesi ini.

Baginya, selain pangsa pasar masih terbuka luas daerah Paringin, Tabalong, Hulu Sungai Tengah (HST) termasuk HSS iklimnya sangat mendukung terhadap tumbuh kembang binatang yang satu ini.

BACA JUGA:  Sandiaga Uno Optimistis Sasirangan Mampu Bangkitkan Perekonomian Kalsel

” Bali dan Malang dapat menjadi contoh bagaimana dulungan pemerintah setempat terhadap peternak Kelulut. Hasilnya puluhan ribu liter mereka hasilkan perbulan yang tentunya juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dari pengalamannya ini, Adriyani sudah langgaan menjadi pembicara dan mentor untuk para pelaku usaa di berbagai tempat di Kalimantan Timur ( Kaltim).

” Di berbagai kabupaten di Kaltim juga telah mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan CSR perusahaan, maka samgat disayangkan jika di sini belum mendapat perhatian,” tuturnya seraya menambahkan di Paringin peternak masu Kelulut dapat dukungan CSR dari perusahaan tambang.

Ia berharap ada dukungan dari pemkab HSS baik berupa permodalan, pelatihan pengemasan, pemasran atau bahkan koneksi ke perbankan dan CSR perusahaan.

BACA JUGA:  5 Bisnis dengan Modal tidak Lebih dari Rp 1 juta

Sekedar diketahui, madu Kelulut memiliki banyak khasit, mulai sekedar sebagai imunitas sampai mampu menyembuhakn berbagai penyakit.

” Kalau disebutkan satu persatu banyak, yang pasti sejak pandemi hingga saat ini penjualan madu Kelulut tak pernah sepi,” tutupnya.

Editor : Didin Ariyadi

L

Pos terkait