Ngopi Jadi Trend Pemuda di Kota Bersujud

  • Whatsapp

“Bisa kita liat dari Kedai Kopi yang semakin lama semakin menjamur, salah satunya di kota ini. Sebagai pelaku usaha kopi, saya menyambut baik trend ngopi di Tanah Bumbu itu sendiri”, tanggapnya.

Topan menambahkan, bahwa Ohana memiliki karakter tersendiri dan selalu mengikuti trend ngopi di Tanah Bumbu. Ohana sendiri akan mencoba selalu berinovasi guna agar dapat selalu bersaing dengan kedai-kedai lain.

“Alhamdulillah, Ohana sampai sekarang masih bisa bertahan dan bersaing di tengah maraknya kedai-kedai kopi. Itu semua berkat kami selalu mencoba terus berinovasi dan mengikuti trend ngopi di kota Batulicin ini,” ujarnya.

Ohana mulai berdiri pada bulan maret tahun 2020, yang mana sudah dua tahun kedai kopi ini berjalan. Pada saat itu lokasinya masih di pinggir jalan raya yaitu di Jalan Plajau Km 3, sekian lama waktu berjalan akhirnya kedai ini berpindah lokasi ke dalam sebuah gang yaitu Jalan Pesantren. Mempunyai konsep “Nongkrong Santai Tanpa Ada Suara Bising”, jadi di tempat ini tidak ada Live Music dan sebagainya. Adapun untuk bentuk bangunan kedai ini juga unik sehingga kedai ini mempunyai khas tersendiri di Batulicin, yang mana mereka mengambil desain “Industrial Unfinished”. Dan kebetulan jarang ada yang mempunyai desain seperti ini.

BACA JUGA:  Bina Mitra CSR, Pertamina Gelar Pelatihan Pembuatan Kopi Jahe

“Walaupun berlokasi di dalam gang, tapi sebisa mungkin kami membuat sesuatu branding yang tempat kopi itu tidak harus di pinggir jalan besar ataupun di tempat yang keramaian. Jadi kita tetap bisa memiliki konsumen yang lumayan banyak, Terkadang ada orang yang bilang kesusahan untuk mencari kedai kami namun itu tidak masalah bagi kami”, tandasnya.

Perlu diketahui, nama Ohana sendiri diambil dari bahasa Hawai yang berarti keluarga tak sedarah. Dengan filosopi “Kita bisa bertemu pada siapa saja, tanpa mengenal itu siapa, dan latar belakangnya apa. Kita bisa berteman dan bertemu di Ohana”. Itu filosopi dari Ohana dan itulah yang membuat Ohana terkenal sebagai salah satu tempat nongkrong yang asyik di Batulicin.

BACA JUGA:  Cerita Hj. Marhamah 25 Tahun Jualan Ketupat dan Lontong.

Reporter : Jamil
Editor : Edhy Darmawan

Pos terkait