“Kami bukan pendidikan vokasi, tapi menjembatani antara lembaga pendidikan vokasi, baik di SMK maupun perguruan tinggi kepada industri. Supaya ada link and macth , link menyambung sedang macth adanya keterkaitan lembaga vokasi dengan keperluan industri,”terangnya.
Sementara itu, H Suparno Staf Ahli Gubernur bidang ekonomi mengatakan bahwa pemerintah dibawah kepemimpinan H Sahbirin Noor berkomitmen kaitannya dengan pembangunan sektor Industri di Kalimantan Selatan.
“Hal itu sesuai dengan visi dan misi pak Gubernur sampai tahun 2030 sudah landing, disamping itu kita juga mendukung ibukota Negara sebagai pintu gerbang. Maka sektor industri harus dibuka disamping juga sektor pertanian yang menjadi andalan di Kalimantan Selatan,”paparnya.
Dia menyebutkan banyak mesin-mesin pertanian yang harus direnovasi dan diperbaharui mengikuti tekhnologi sekarang ini, jangan sampai kita ketinggalan dengan yang lainnya.
“Maka sektor ini harus ada koordinasi dari perindustrian dengan Bunak, tanaman pangan, ketahanan pangan dan isu masalah minyak goreng. Kita harus bisa selesaikan dan mandiri jangan tergantung dengan wilayah-wilayah diluar Kalimantan,”ucapnya.
Dia berharap dengan kordinasi semua pihak, peta-peta yang jelas maka industri di Kalimantan Selatan akan berkembang pesat dan bisa bersaing dengan daerah lain bahkan dunia.




















