“Saya memilih kota Jakarta ini karena ibarat memancing di sini seperti memancing di laut, ikannya besar-besar dan banyak. Coba bayangkan jumlah penduduknya aja 11 jutaan, bandingkan dengan kota Banjarmasin yang hanya 700 ribuan,”ungkapnya.
Jadi Jakarta merupakan peluang bisnis yang sangat besar bagi kuliner Banua lanjutnya, pemerintah daerah juga harus berperan aktif menjembatani bahkan memberikan jalan bagi generasi milineal untuk membaca peluang ini.
“Bahwa kuliner banua bisa eksis di Nusantara bahkan didunia maka kita kuasai dulu di Ibu kotanya, begitu makanan kita dinikmati oleh para pejabat yang bukan orang Banjar kebanggan akan nama daerah timbul didalam jiwa kita,”terang mantan Supervisor F&B di sebuah hotel Banjarmasin ini.
Untuk soto Banjar olahannya ini merupakan resep keturunan dari kakeknya yang berasal dari kuin Banjar. Sebelum memulai peruntungannya di Ibukota ini, Suhai juga pernah berjualan di Banjar Indah Banjarmasin. Kemudian sukses mengelola soto Banjar kuinnya di Palangkaraya bersama acilnya (tante,red).
Joni adalah salah satu pelanggan tetap Soto Bang Suhai ini. Ia mengetahuinya dari kiriman teman di grup whatshapp, setelah mencoba ternyata cocok dengan seleranya dan menjadi langganan tetap di warung soto Banjar Bang Suhai ini.
“Soto Banjar Bang Suhai ini memang enak, recommendedlah. Selain enak memang berbeda dengan soto-soto daerah lainnya, dan sekaligus juga mengobati kerinduan akan makanan urang Banjar tersebut,”pungkas pengusaha asal Banjarmasin ini.
Editor : Eddy Dharmawan.



















