“Katanya terlalu manis, coba dikurangi manisnya dan ditambah asinnya. Coba beberapa kali sampai menurut teman-temannya sangat cocok dilidah mereka,”kenang Suhai waktu itu.
Lama-lama orang-orang mulai cocok dengan masakan soto Banjar olahannya ini, tidak berapa lama pemda DKI membuat wadah para penjual ukm dengan persyaratan membuat tester untuk diseleksi.
“Alhamdulillah dari ratusan pedagang kaki lima, soto Banjar buatannya ini terpilih dari seleksi oleh Pemda DKI Jakarta untuk berjualan di tempat yang sudah dibangun ,”terangnya.
Di kawasan perkantoran dan pertokoan jalan Thamrin 10 inilah food & creative craft yang dibuat oleh Pemda DKI Jakarta untuk menampung puluhan para pedagang yang sudah diseleksi.
Mulailah, Bang Suhai menjual dagangannya ini. Selain menjual langsung, dia juga melakukan promosi melalui teman-teman, media sosial serta lidah orang-orang yang pernah merasakan soto Banjar olahannya ini.
Soto Banjar Bang Suhai lama-kelamaan menjadi ramai, langganan berdatangan bahkan makanannya ini sudah pernah masuk ke Istana Negara, tentunya dicicipi oleh orang nomor 1 di Indonesia ini.



















