Sambangi Pasar Terapung, Tim JKW PWI Disambut Pantun

  • Whatsapp
L

“Jalan-jalan beli kelereng, belinya di toko cina, Bang Sonny yang ganteng, dibeli dong buah-buahnya,” ujar salah satu acil-acil.

“Baju biru dibeli Rhoma Irama, Kalau ada yang baru jangan lupakan yang lama,” celetuk acil-acil lainnya disambut tawa rombongan.

Sambil mencicipi buah dan jajanan lokal dari acil-acil penjual, banyak momen yang diabadikan. Bahkan salah satu anggota TIM JKW PWI, Yanni berkesempatan menumpang salah satu jukung untuk merasakan sensasinya.

“Ini momen langka, tidak ada di tempat lain. Ini hanya bisa ditemui disini, jadi sangat sayang jika dilewatkan begitu saja,” ucap Yani.

Meski memiliki beberapa catatan, mereka berharap kearifan lokal seperti ini harus terus dipertahankan. Kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan di sini. Jangan sampai kearifan lokal yang telah mendunia ini hilang akibat digerus jaman.

BACA JUGA:  Jika Jadi Bupati, Cuncung Jamin Kelestarian Budaya dan Kesenian di Tanbu

Sementara itu Ketua PWI Provinsi Kalsel, Zainal Helmie yang mendampingi Tim JKW PWI menjelaskan bahwa keberadaan pasar terapung ini sudah ada sejak jaman Kerajaan Banjar.

Menurutnya keberadaan pasar terapung adalah refleksi dari kehidupan masyarakat Banjar yang hidup berdampingan dengan sungai.

L

Pos terkait