Pemko Banjarbaru Berkomitmen Peduli Anak Disabilitas

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru berkomitmen dalam menangani anak-anak penyandang disabilitas agar mereka bisa hidup berdampingan dan normal seperti anak-anak lainnya.

Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Walikota Banjarbaru, Dra Lesa Fahriana MM,kepada Wartaniaga.com pada peringatan Hari Disabilitas Internasional 2021 di Lapangan Dr Murjani Banjarbaru, 5 Desember 2021.

Menurutnya sebelum tahun 2017 Pemko Banjarbaru sudah memperhatikan secara serius sampai dengan pengaturan regulasinya, dan di tahun yang sama Pemko Banjarbaru sudah mencanangkan Banjarbaru sebagai kota Inklusi.

“Kota Inklusi adalah dimana semua masyarakat mampu hidup bersama-sama dengan aman dan nyaman, serta mempuntai kesempatan yang sama untuk berpartisipasi penuh dalam dimensi spasial,sosial dan ekonomi tanpa adanya diskriminasi,”terangnya

BACA JUGA:  Kadinkes : Banjarmasin Turun ke Level 3

Ditambahkannya hal itu merupakan bentuk komitmen pemko Banjarbaru terdahapa penyandangan disabilitas di kota ini.

Untuk itu, salah satu kebijakannya adalah melakukan assignment salah satunya adalah pelatihan untuk guru-guru inklusi dan pencanangan adanya minimal satu sekolah Inklusi berada dalam satu kecamatan.

“Kedepannya akan terus dikembangkan dengan memberikan support sekolah-sekolah agar lebih banyak para guru yang profesional dan bisa menerima anak-anak disabilitas tanpa ada batasan pada satu kecamatan. Hal ini dilakukan agar anak-anak disabilitas bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan kesempatan yang sama,”tutupnya.

Sementara itu, Muhammad Yusrin Al Gifari Amd FT, SKM AIPO, Ketua Perkumpulan Fisioterapi Indonesia (PERFI) Wilayah Kalimantan Selatan mengatakan bahwa PERFI wilayah Kalsel bekerjasama dengan Pemko Banjarbaru dan berkolaborasi dengan Fisioterapi Anak yang ada di wilayah Kalsel memperingati hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada 3 Desember 2021.

BACA JUGA:  Gubernur Safrizal Tegaskan Tak Ada Open House Kepala Daerah

“Sebagai organisasi porfesi kita melakukan screning kepada anak-anak disabilitas, melakukan “Talk Show” yang merupakan pendekatan dengan pemerintah supaya sama-sama menyamakan persepsi,aturan dan regulasi antara organisasi profesi dengan Pemerintah Kota banjarbaru,”terangnya.

Dia berharap kegiatan ini bisa menindaklanjuti pemeriksaan dasar kepada calon-calon anak disabilitas yang berprestasi dengan mengarahkan sesuai minat dan bakat mereka.

“Bagi orang tua yang ingin menscrening anaknya yang penyandang disabilitas bisa konseling melalui Politeknik Unggulan Kalimantan Devisi Fisioterapi dari Senin sampai Jum’at dari jam 08.00 pagi jam 4 sore,”papar Algi.

Selama 4 bulan ini bagi mereka yang ingin konseling untuk mengetahui minat dan bakat anaknya bisa dilayani secara gratis, ini merupakan wujud kepedulian dan pengabdian PERFI terhadap masyarakat.

BACA JUGA:  Polda Kalsel Gelar Dukungan Psikologi Sosial Bagi Anak-anak Terdampak Covid 19, Banjir dan Difabel

“Semoga PERFI dan Pemerintah bisa berkolaborasi bersama-sama, sehingga sosialisasi dan regulasi aturan yang belum tersampaikan dengan baik akan mudah serta berjalan sesuai dengan yang diharapkan,”pungkasnya.

Editor : Eddy Dharmawan

L

Pos terkait