Belajar Membatik Kain Besurek. Lilian : Kreatifitas Ibu-Ibu untuk Indonesia Maju

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Jakarta-Badan Musyawarah Masyarakat Provinsi Bengkulu (BMMPB) Jakarta menyelenggarakan kegiatan belajar membatik dengan tema: mengembangkan potensi perempuan Bengkulu dengan belajar membatik kain Besurek di Anjungan Bengkulu-TMII-Jakarta Timur, Minggu (19/12).

Hadir pada tersebut Staff Khusus Menteri, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Aatrid Kartika, Pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) DKI Jakarta dan Para Ibu Keluarga Besar Bengkulu yang ada di Jakarta


Ketua Pengurus BMMPB Bengkulu dr. Lilian Anggeny menyampaikan bahwa di era pandemi ini, seluruh aspek dan sendi kehidupan masyarakat jelas terpengaruh dengan berhentinya pergerakan dan mobilitas masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran virus.

Maka, ujarnya perlu gerakan ekonomi kreatif tanpa terkecuali, sektor seni dan industri kreatif menjadi salah satu sektor yang paling terdampak dari pandemi ini.

BACA JUGA:  Rangkaian HPN 2022, KLH dan PWI Pusat Gelar Workhsop Rehabilitasi Mangrove

“Dengan melakukan belajar membatik para ibu keluarga besar Bengkulu Jakarta bisa termotivasi untuk menularkan bakat, tidak hanya kepada para ibu namun kepada generasi muda untuk membangkitkan semangat melalui produk lokal dalam menumbuhkan ekonomi” jelas dr. Lilian

Ia menambahkan dalam rangka memperingati hari Ibu ini kita jadikan momentum untuk mendorong usaha-usaha kreatif seperti kegiatan membatik, dan tidak menutup kegiatan-kegiatan pendukung lainnya.

“Kami ingin menggerakan Ibu-ibu agar bisa konsen dalam pengembangan ekenomi sectoral, dan berdampak pada hal-hal yang bersifat sosial ekonomi” tandas Ibu dr.Lilian Anggeny

Sementara itu, I Gusti Ayu Astrid Kartika, staff khusus Menteri, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang hadir diberikan kesempatan untuk membuka kegiatan belajar membatik.

BACA JUGA:  Surat Terbuka Untuk Kapolda Maluku Utara

Dirinya memberikan apresiasi kepada Ibu-ibu Provinsi Bengkulu yang ada di Jakarta menggagas kegiatan yang sangat bernilai tinggi ekonominya. Selain itu juga momentum hari ibu ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan ketimpangan antara perempuan dan laki-laki. Perempuan harus memaksimalkan kemmpuannya.

“Sensus Penduduk saja diketahui 49, 42 % Penduduk Indonesia adalah Perempuan. Begitu banyak ketimpangan antara perempuan dan laki-laki. Perempuan harus memaksimalkan kemmpuannya. Harapannya sehubungan dengan hari ibu agar peran Ibu-ibu sebgai perempuan agar memiliki control atas dirinya” kata I Gusti Ayu

Diakhir sambutan I Gusti Ayu Astrid Kartika menyampaikan bahwa untuk mewujudkan kehidupan yang setara perlu ada kerja bersama perempuan berdaya untuk Indonesia maju, semacam sebuah peneknan bahwa tiadanya perbedaaan, tiadanya diskriminasi dan berharap bahwa Indonesia bisa terangkat nilai-nilai.

BACA JUGA:  Diikuti 35 Koperasi, Aksyindo Gelar Rakernas I di Solo

Reporter : Martinus
Editor : Nirma Hafizah

Pos terkait