Banjir Mulai Resahkan Warga Banjarmasin dan Sekitarnya

  • Whatsapp
Ganangan air pasang di kawasan Jalan Cendrawasih Banjarmasin Barat

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Sudah sekitar seminggu terakhir, air pasang terus mengalami kenaikan khususnya di kawasan kota Banjarmasin dan sekitarnya yang mulai terendam air atau banjir.

Adapun peristiwa ini sudah mulai meresahkan masyarakat karena, sejak Minggu (5/12) petang air mulai menggenangi beberapa ruas jalan ibu kota Banjarmasin.

Banjir kali lebih dikarenakan guyuran hujan lebat Selasa (7/12) malam serta pasangnya air dengan ketinggian yang terus bertambah.

Berdasarkan hasil pantauan media ini, salah satu jalanan yang cukup banyak digenangi air akibat banjir rob di sepanjang Jalan Hasan Basry, Kayutangi, Banjarmasin Utara.

Kemudian wilayah Banjarmasin Tengah, genangan terlihat di Jalan Pulau Laut, berlanjut hingga Saka Permai.

BACA JUGA:  Ratusan Pekerja Industri Kreatif Event Organizer Divaksin

Di Kayutangi, arus lalu lintas di sekitar bundaran tersendat pada pagi hari, karena lokasi sekitarnya terendam serta kendaraan roda dua dan roda empat harus bergantian melintas, menghindari genangan.

Selain di Banjarmasin, daerah sekitar seperti Sei Lulut, kabupaten Banjar beberapa kawasannya juga mulai terendam air pasang. Hal itu tak jauh berbeda dengan kawasan Handil Bakti, Batola yang rupanya juga terdampak air pasang dan banjir di beberapa kawasan.

“Air naik terus sejak kemarin, sekarang sudah merendam halaman rumah kita, khususnya pagi, khawatirnya hal ini akan naik terus dan banjir kembali terjadi seperti kemarin,” ucap Fitriadi warga Jalan Pramuka, Banjarmasin Timur.

Bahkan, menurutnya malam hari disaat pasang air hampir memasuki ruang tamu rumahnya. “ Bebrapa rumah tetangga ada yang kemasukan air, tapi untunglah di rumah kami masih aman,” ucapnya, Kamis (9/12).

BACA JUGA:  KORMI Kalsel Menargetkan Dapat Mempertahankan Juara FORNAS 2022

Sementara itu, Ali warga jalan Cendrawasih Banjarmasin Barat mengaku sudah 2 malam ini rumahnya “ calap” karena air pasang.

“ Tiap malam selalu siaga, kalau-kalau pasangnya lebih parang dari malam-malam sebelumnya. Rumah kami kemasukan air antara 5-10 cm,” paparnya.
Dirinya mengaku pasrah, karena pasang ini memang tidak dapat dielakan. “ Mau apalagi, paling-paling kami menyelatkan barang agar tidak basah,” pungkasnya.

Editor : Ahmad Yani

L

Pos terkait