Keputusan Pengadilan Sudah Inkracht Tetapi Kepemilikan Tanah Asbullah di Permasalahkan

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarmasin -Berdasarkan dari hasil surat keputusan dari Pengadilan Negeri Banjarmasin Kelas 1A Nomor W 15.UI-2184-HK/VIII/2020 perihal Permintaan Surat Keterangan Telah Berkekuatan Hukum Tetap (Inkracht) atas nama Asbulah ditetapkan pada tanggal 10 Agustus 2020 sebagai ahli waris kepemilikan tanah Alan.

Menurut keterangan Abqari Wajdi bahwa begitu keputusan pengadilan negeri Banjarmasin sudah Inkracht kepemilikan tanah milik Alan orang tua dari Asbulah, maka mereka dengan segera untuk membuatkan Sertipikat agar tanah tersebut menjadi sah dan mudah untuk dimanfaatkan.

Masalah timbul ketika pihak Asbulah mengajukan permohonan untuk membuatkan sertipikat melalui kelurahan Antasan Kecil Timur.

Setelah diberi beberapa persyaratan Lurah meminta Asbulah untuk menyerahkan segel yang asli untuk selanjutnya diproses menjadi sertipikat.

BACA JUGA:  Dispoda Kalsel Gelar Halala Bihalal untuk Tingkatkan Semangat Kerja

“Pada tanggal 28 September 2020, kami melengkapi persyaratan yang diminta lurah waktu itu Yusni Darham sebagai lurah AKT, ternyata selang satu hari yaitu tanggal 29 September 2020 disita oleh Polisi dari Polsek Banjarmasin Utara,” ujar Qari yang menjadi juru bicara pihak keluarga Asbulah di Banjarmasin.(24/8)

Dia pun heran kenapa Lurah mau menyerahkan persayaratan untuk membuat sertipikat tersebut dengan Polisi. Yusni Darham selaku lurah AKT merasa kaget atas kedatangan beberapa polisi dari Banjarmasin Utara dan menyita berkas termasuk segel Asli yang diserahkan oleh Asbulah.

“Tentu saja kami tidak terima dengan jawaban Lurah seperti itu, kemudian kami berinisiatif menanyakan penyitaan berkas dan segel asli itu ke Polsek Banjarmasin Utara. Sampai sekarang belum ada jawaban yang pasti dari pihak kepolisian,”tambah Qari.

BACA JUGA:  Walikota Salurkan Dana CSR pada 493 Warganya

Dan masih menurut Qari, sangat disayangkan kami sebagai orang biasa diperlakukan seperti itu. Padahal pajak bumi bangunan dibayar setiap tahun, dan ini menyatakan bahwa kamilah yang sah memiliki tanah tersebut. Bahkan tanah berbatasan dengan kami juga menerangkan berbatasan dengan Alan orang tua Asbulah.

“Sekali lagi kami merasa diperlakukan tidak adil oleh pihak aparat, baik dari kelurahan AKT maupun kepolisian Banjarmasin Utara,”tutupnya.

 

Editor : Edy Dharmawan

Pos terkait