Paman Yani Tebar Lampu UV Disinfektan ke Beberapa Sekolah di Kalsel

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Yani Helmi atau yang kerab disapa Paman Yani memberikan bantuan berupa lampu Ultraviolet (UV) Disinfektan ke beberapa sekolah di Kalimantan Selatan.

Salah satu sekolah yang mendapat bantuan itu adalah SDN Surgi Mufti 1 dan diterima langsung oleh Kepala Sekolah.

Ini dilakukan karena kepedulian Paman Yani dimana pada akhir-akhir ini kasus Covid-19 di Kalsel semakin meningkat.

“Lampu UV disinfektan bisa digunakan oleh Kepala Sekolah maupun guru-guru untuk mensterilkan ruangan belajar dan ruangan lainnya,” bebernya.

Dirinya berharap Lampu UV Disinfektan bisa digunakan dengan baik dan dimanfaatkan secara bijak.

Tidak hanya itu, Paman Yani juga akan membagikan bantuan lampu UV disinfektan ini ke beberapa sekolah yang melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Daerah Pemilihan (Dapil) nya yaitu Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru.

“Kita akan bagikan sepuluh lampu UV Disinfektan karena barangnya sendiri sulit didapat. Saya sampai berburu ke luar kota karena disini kehabisan,” jelasnya.

Paman Yani juga mengajak kepada seluruh masyarakat di Kalimantan Selatan untuk melakukan hal yang sama terutama dalam melindungi anak-anak dan tidak bersikap abai terhadap pandemi Covid-19 agar wabah yang telah menyebar di seluruh dunia itu dapat segera berakhir.

“Sesuai dengan petunjuk WHO bahwa anak-anak usia 12 tahun ke atas baru bisa divaksin,” ucapnya

Sehingga sekolah-sekolah yang melaksanakan PTM hendaknya menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Salah satunya mensterilkan ruangan di sekolah secara menyeluruh.

Sementara istri Paman Yani yang juga Pengurus Gabungan Istri Wakil Rakyat (Gatriwara) DPRD Kalimantan Selatan, Yuana Dewi juga memberikan bantuan dana ke SDN Surgi Mufti 1.

Diri ya berharap bantuan tersebut bisa digunakan untuk membeli alat-alat prokes seperti sabun dan hand sanitizer.

“Kami sangat peduli sekali. Apalagi kami seorang ibu yang anaknya juga menuntut ilmu di sekolah ini,” katanya.

Ia sangat prihatin dan kuatir juga terhadap anak-anak yang bersekolah disini terutama yang berusia dibawah 12 tahun yang belum bisa divaksin.

Sedangkan Kepala SDN Surgi Mufti 1, Nurkhozin mengucapkan terima kasih kepada Anggota DPRD Kalimantan Selatan, M Yani Helmi dan istri atas kepedulian dan bantuannya terhadap sekolah. Ia menyatakan pelaksanaan PTM di sekolah sudah mematuhi prokes COVID-19.

“Siswa yang masuk sekolah hanya 50 persen dari jumlah keseluruhan sekitar 449 orang,” bebernya.

Lanjut, Satu ruangan kelas rata-rata diisi 30 siswa dalam kondisi normal, sekarang hanya sekitar 15 siswa saja. Hal itu sudah memenuhi standar pelayanan minimal.

Nurkhozin mengungkapkan hasil evaluasi selama dua pekan pelaksanaan PTM bahwa ada sekitar 42 siswa yang sakit rata-rata pada saluran pernafasan. Namun dirinya belum mengetahui apakah sakitnya karena terpapar Covid-19 atau tidak. Mengingat kondisi ini berdasarkan laporan orang tua siswa yang bersangkutan.

“Mudah-mudahan nanti ada tindakan. Apalagi ketika hendak diberlakukannya PPKM level 4 ini, saya kira perlu ada keputusan yang terbaik untuk proses pelaksanaan PTM khususnya di kota Banjarmasin,” imbuhnya.

Editor : Aditya

Pos terkait