Wujud Sinergi Membangun Negeri di Ujung Utara Bumi Tuntung Pandang

Wartaniaga.com,Pelaihari- Tuntung Pandang ( bahasa Banjar ) yang artinya suatu pandangan yang abadi ( selesai ) adalah motto dari Kabupaten Tanah Laut dengan Pelaihari sebagai Ibukotanya.

Memiliki total luas 3.361,35 kilometer persegi atau sekitar 9,71 % dari luas Provinsi Kalimantan Selatan, Kabupaten dengan maskot kijang mas tersebut secara sah diresmikan pada tanggal 2 Desember 1965.

Di usianya yang lebih dari setengah abad dengan mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani tersebut Pemerintah Kabupaten Tanah Laut terus berupaya meningkatkan taraf perekonomian masyarakat melalui berbagai sektor.

Dengan luasan wilayah yang terbagi dalam 11 Kecamatan serta 130 Desa dengan kondisi geografis berupa hutan dan pegunungan tersebut bukanlah suatu pekerjaan yang mudah bagi Pemerintah Kabupaten Tanah Laut untuk melakukan pembangunan insfratruktur penunjang, terutama di daerah pinggiran perbatasan.

Kodim 1009/Pelaihari sebagai pembina Teritorial yang diberi wewenang Komando di wilayah Kabupaten Tanah Laut tentu saja tidak berpangku tangan.
Kodim yang dibentuk berdasarkan Keputusan Pangdam X/Lambung Mangkurat Nomor : SKEP 050-2/V/1971 tanggal 24 Mei 1971 tersebut terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah serta Forkopimda setempat untuk memberikan sumbangsihnya di Kabupaten yang juga dikenal dengan istilah Bumi Tuntung Pandang tersebut.

Desa Tanjung Kecamatan Bajuin pun akhirnya mendapatkan skala prioritas untuk pelaksanaan tugas mulia dari Pasukan Sapta Marga tersebut.
Desa yang memiliki luas sekitar 1.400 kilometer persegi tersebut dihuni oleh 1.300 kepala keluarga dengan jumlah penduduk sebanyak 4270 jiwa, mayoritas warganya menggantungkan hidup sebagai petani.

Dengan luas wilayah dan jumlah penduduk yang dimiliki menjadikan Desa Tanjung sebagai Desa terluas dan terpadat jumlah penduduknya diantara 8 Desa lainnya yang berada di wilayah Kecamatan Bajuin.

Pos terkait