Wartaniaga.com, Banjarmasin – Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sambangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan sampaikan tuntutan pelanggan Pemilihan Umum Calon Gubernur dan Wakil Gubernur.
Ketua DPD Pemuda Islam Kalsel, H M Hasan mengatakan, terdapat 3 (tiga) poin permasalahan yang telah di sampaikan kepada Wakil Rakyat Kalsel.
“Pertama adanya laporan masyarakat tentang dokumen palsu,” ucapnya, Rabu (2/6).
Ia menjelaskan, dokumen palsu tersebut tentang penggelembungan suara, sehingga berdampak Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kalsel.
Lanjut, pihaknya meminta pihak berwajib untuk mengusut tuntas yang menyatakan bahwa 70 persen masyarakat Kalsel memilih karena uang.
Lebih lanjut, adanya spanduk- spanduk yang dapat meresahkan masyarakat, dengan bertuliskan kurang lebih ambil duitnya, jangan pilih orangnya.
“Itu salah satu spanduk provokasi, seyogyanya tidak boleh seperti itu,” ujarnya.
Dirinya berharap seluruh instansi bekerja dengam cepat dan lugas dalam menindaklanjuti dugaan permasalahan yang terjadi.
Sementara itu, Anggota Komisi I Dewan Kalsel, H Karlie Hanafi mengucapkan terimakasih kepada sejumlah LSM atas kunjungan untuk menyuarakan suara masyarakat.
“Aspirasi akan kami terima dengan baik,” ucapnya.
Ia mengatakan, aspirasi yang telah disampaikan selanjutnya akan dilakukan pembahasan sesuatu dengan ketentuan yang ada pada Dewan Kalsel.
“Semoga keputusan dapat berjalan dengan adil seadil-adilnya,” singkatnya.
Editor: Aditya




















