Menanti Calon Gubernur Kalsel Tadarus Bersama

  • Whatsapp
Denny Indrayana & Paman Birin

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Menarik ditunggu, bagaimana kedua calon gubernur Kalsel yakni H Sahbirin Noor dan Denny Indrayana tadarus Al-Qu’an bersama. Kegiatan ini digagas oleh Forum Habaib Kabupaten Banjar dengan tema  Doa bersama dan Tadarusan Al Qur’an yang akan dilaksanakan di Masjid Al Karomah Kota Martapura, Minggu 2 Mei 2021 mendatang.

Sekretaris Forum Habaib Kabupaten Banjar,  Habib Ali Muhammad Ahdal, mengungkapkan kegiatan ini dimaksudkan agar masyarakat lebih mengenal kedua calon gubernur.

“Tadarusan Al Qur’an tersebut juga dalam rangka mengenalkan kedua calon pasangan gubernur kepada masyarakat Kabupaten Banjar yang masuk wilayah PSU maupun di luar wilayah PSU agar mengetahui serta bisa bertatap muka langsung dengan calon Gubernur yang akan mereka pilih,” ujarnya, Jum’at (30/4).

BACA JUGA:  Alalak Akan Dibikin Kawasan Bebas Kumuh

Selain itu, tambah Habib Ali,  ini  juga hal yang positif baik bagi masyarakat maupun kepada calon gubernur yang bisa tadarusan membaca Al Qur’an bersama.

Sementara itu, Penasehat Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Banjar, Mawardi menilai gagasan  ini merupakan kegaiatan postif.

“Ini adalah kegiatan yang sangat positif, apalagi di lakukan pada malam 21  Ramadhan. Semoga membawa keberkahan bagi masyarakat Kalimantan Selatan khususnya Kabupaten Banjar,” ujarnya, Jumat (30/4) pagi.

Menurutnya, tadarusan Al Qur’an atau membaca Al Qur’an dari calon gubernur juga merupakan hal yang sangat positif agar masyarakat Kalsel  khususnya Kabupaten Banjar bisa mengenal secara langsung akan kedua calon gubernur yang akan mereka pilih.

BACA JUGA:  Pemkot Banjarmasin Ajak Masyarakat dan Komunitas Jaga Lingkungan dari Hal Terkecil

“Apalagi perkenalan yang juga bisa disebut sosialisasi tersebut pada moment acara kedua calon gubernur menunjukan kemampuannya dalam membaca ayat-ayat suci Al Qur’an,” papat Mawardi.

Ia  berharap, semoga hal yang positif ini juga bisa menjadi acuan atau sebuah syarat dalam pemilihan kepala daerah – kepala daerah yang lain kedepannya apabila calon kepala daerah tersebut seorang muslim.

“Karena seorang pemimpin wajib menguasai ilmu umum, maupun agama apalagi dalam membaca ayat-ayat suci Al Qur’an karena Al Qur’an adalah petunjuk bagi umat muslim,” sebutnya.

 

Editor : Aditya

Pos terkait