Silsilah dan Historis Demang Lehman Dilacak

Ada tiga tempat wilayah yang terjadi pertempuran yaitu Walangku, Kasarangan dan Pantai Hambawang. Kata Mansyur, tercatat pada 6-9 Oktober 1861 dan perundingan 30 Januari 1862.

“Catatan sejarah, medan pertempuran di sekitar Banua Lima dibawah pimpinan Tumenggung Jalil, Kiai Adipati Anom Dinding Raja. Medan kedua dibawah pimpinan Demang Lehman, yang kemudian pada medan ketiga dipimpin oleh Pangeran Antasari,” tutur Ketua Lembaga Kajian Sejarah, Sosial dan Budaya (SKS2B) Kalimantan itu.

Adapun, kisah dalam sumber kolonial dituliskan Demang Lehman ditangkap di wilayah Gunung Batu Punggul dekat Selelau, di Batulicin. Lanjut Mansyur, kejadian pemancungan kepala Demang Lehman dilakukan di Alun-alun Martapura, masih menyisakan teka-teki.

Demang Lehman menderita hukuman mati dengan ketenangan dan sikap mengagumkan. Setelah meninggal, jenazahnya tanpa dikebumikan (dishalatkan) kemudian dimakamkan setelah dibawa dari Rumah Sakit di Martapura.

Tidak ada satu pun dari penduduk Martapura yang mengklaim bahwa Demang Lehman keluarganya. Kemungkinan hal ini disebabkan karena rasa ketakutan masyarakat saat itu. Setelah eksekusi, tiada ada satu keluarganya pun yang menyaksikannya dan tidak ada keluarga yang menyambut mayatnya.

Pos terkait