Menanti Terdakwa ‘Lain’ Kasus Dugaan Korupsi GORR

  • Whatsapp
Mahmud Marhaba (Pemred kabarpublik.id)

Dewilmar Lupa atau Pura-pura Lupa?

Sejak kasus ini digelar di Kejaksaan Tinggi Gorontalo 2019 lalu, semua informasi sangat tertutup. Tak ada yang dapat memberikan keterangan sejernih di Pengadilan ini. Beruntung, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Gorontalo saat itu, Firdaus Dewilmar, sedikti memberikan bocoran ihwal kasus yang telah menyeret mantan Kepala BPN Gorontalo ke terali besi.

Peran Kajati saat itu sangat bagus mengungkap kasus ini. Padahal dirinya dengan Gubernur Rusli Habibie cukup dekat, apalagi mereka tergabung dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Suasana itu tidak mempengaruhi independensi Kejati dalam mengungkap kasus ini.

Dewilmar dikenal sosok yang dekat dengan wartawan. Keakrapan ini dimanfaatkan media untuk menggali kasus yang menyeret sejumlah pejabat di Pemrpov. Dirinya suka berbicara panjang lebar dengan orang yang dianggapnya cocok. Sesekali dia memberikan kelonggaran untuk menayakan sesuatu yang masih dianggap samar-samar alias kabur. Ketika kesempatan itu ada, kasus ini naik ke permukaan, meski pergerakannya cukup lambat. Wartawan tak sabar untuk mengungkap actor dibalik dugaan korupsi pengadaan tanah jalan lingkar ini.

BACA JUGA:  Cerdaskan Kehidupan Bangsa, Pemkab Tala Bikin Desa Sahabat Keluarga

Kita berterima kasih kepada Kajati Sulsel saat ini. Kemampuannya bersikap independent dalam mengungkap kasus ini layak mendapat pujian. Meski persoalan ini seolah menampar wajah kita juga. Dirinya telah membuka jalan untuk membongkar kasus dugaan korupsi ini. Sayangnya, jabatan Kajati Gorontalo berakhir seiring dirinya ditugaskan menjabat Kajati Sulawesi Selatan.

Satu hal yang lupa terealisasi hingga pergantian jabatan Kajati Gorontalo dari Dewilmar ke Jaja Subagja. Itu adalah rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait adanya money laundering (pencucuian uang) kasus ini. KPK menilai ada dugaan upaya pembuatan untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal usul uang/ dana atau harta kekayaan tersebut tampak seolah-olah berasal dari kegiatan yang sah atau legal.

BACA JUGA:  Sinar Jaya Tani Berhasil Bikin Mesin Penabur Pupuk

Jaja Subagia, SH., MH pengganti Dewilmar diharapkan mampu menjalankan peran rekomendasi itu. Sebagai seorang Doktor yang memiliki disertasi tentang Anti Korupsi, diharapkan dapat menindaklanjuti rekomendasi KPK. Belum juga kita melihat hasil dari persidangan kasus ini digelar di Pengadilan Tipikor Gorontalo, Jaja Subagja malah mendapat penempatan baru sebagai Kejaksaan Tinggi Riau.

Pos terkait