Inspektorat dan Polresta Banjarmasin Giat Perangi Pungli

  • Whatsapp
L

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Plt Kepala Inspektorat Kota Banjarmasin Taufik Rifani mewakili Plh Walikota Banjarmasin H Mukhyar menghadiri Rapat Koordinasi Unit Pemberantasa Pungutan Liar (Pungli) Kota Banjarmasin, di Aula Rupatama Polresta Banjarmasin, Kamis (25/02).

Dalam rakor yang dibuka oleh Kapolresta Banjarmasin, Kombespol Rachmat Hendrawan itu, Taufik Rifani menyatakan bahwa kegiatan seperti ini memang sangat penting untuk dilaksanakan, mengingat praktik pungli telah merusak sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, serta menyulitkan masyarakat dalam mengurus berbagai keperluan perizinan dan pelayanan lainnya.

Maka dari itu, pada kesempatan yang dihadiri Wakapolresta Banjarmasin AKBP Sabana Atmojo itu, pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Banjarmasin ini berharap ke depannya Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) dapat bergerak mencermati layanan publik di Pemko Banjarmasin, termasuk instansi vertikal yang ada di Kota Banjarmasin.

BACA JUGA:  Bupati Sayed Jafar ajak warga pahami dan Amalkan isi Al-Qur'an

“Diharapkan dengan bekerjanya Satgas Saber Pungli ini, tentunya akan meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memulihkan kepercayaan publik, sehingga terbentuk system pemerintahan yang proporsional dan profesional,” harapnya.

Kegiatan ini sesuai dengan perintah presiden serta Polri dua tahun lalu agar memberantas pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum tertentu di beberapa bidang.

Bahkan presiden Joko Widodo sempat memerintahkan kepada Menteri Perhubungan serta Polri untuk menindak tegas oknum pelaku pungli.

Hal ini dinilai merugikan karena pungli bisa menyebabkan beberapa dampak diantaranya kenaikan harga barang serta tingginya biaya operasional.

Misalkan pada angkutan barang, kalau pungli terus terjadi maka akan berdampak pada harga yang tak stabil akibat biaya operasional tinggi.

BACA JUGA:  Demo Damai, Kepedulian LSM KAKI Kalsel Terhadap Dunia Pendidikan

Namun, pungli tak sebatas pada angkutan, namun juga sektor lain yang dapat meresahkan warga dan merugikan.

 

Penulis : Ahmad Yani

L

Pos terkait