Wartaniaga.com, Barabai – Pasca banjir 10 kecamatan di Barabai, Hulu Sungai Tengah (HST) masih membutuhkan air bersih. Apalagi sebagian besar sumur milik warga rusak parah diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu.
Palang Merah Indonesia (PMI) mendistribusikan 120 tandon air bersih yang masing masing berkapasitas 600 liter untuk korban banjir di 10 Kecamatan, Kabupaten tersebut.
Keberadaan tandon untuk mempermudah korban bencana akan kebutuhan air bersih harian dan tidak perlu antri seperti semula dilakukannya.
Kemudian tandon satu persatu didistribusikan ke beberapa lokasi disesuaikan dengan hasil assesment oleh tim posko TDB PMI Kabupaten HST yang bertempat di Gedung Juang.
“Sebanyak 120 tandon dilengkapi alat pendukung lainnya telah didistribusikan secara bertahap, sehingga warga dapat menggunakan penampungan air bersih dengan mudah dijangkau.”Ungkap Plt. Ketua PMI Kabupaten HST sekaligus pengurus PMI Provinsi Kalimantan Selatan, Syarifani Sabarhan SH saat meninjau posko pengolahan Air Bersih di Desa Alat Kecamatan Hantakan, Sabtu (13/2/2021).
Sementara untuk Desa Datar Ajab, Kecamatan Hantakan, hingga saat ini belum bisa dilintasi truk tangki air bersih, hal ini dikarenakan jalur tersebut mengalami rusak berat akibat longsor saat bencana banjir melanda.
Dari pengamatan di lokasi bencana, ada tiga kebutuhan utama masyarakat yang harus dipenuhi selain sembako dan tandon penampungan air bersih, yakni Shelter atau hunian warga yang rumahnya tersapu banjir bandang serta ada sekitar 56 rumah yang rusak.
Selanjutnya PMI HST berencana akan membangun shelter tersebut untuk meringankan beban penderitaan korban bencana.
“Sementara ini, hampir sebulan sejak banjir bandang menerjang wilayah Hulu Sungai Tengah, warga yang rumahnya hanyut terbawa banjir bandang masih bertahan ditenda-tenda darurat hingga saat ini dan segera dibutuhkan shelter,” tambah Syarifani Sabarhan.
Dari data PMI kabupaten HST, musibah bencana banjir telah menerjang 10 kecamatan dengan 75 desa serta berdampak pada 87.506 jiwa dimana 10 diantaranya meninggal. Hingga kini, korban bencana yang masih ada di pengungsian sebanyak 1.219 jiwa.
Reporter : Edy Dharmawan
Editor : Ahmad Yani



















