“Harganya bervariasi, antara Rp 5.000 sampai Rp 12.000. Tak perlu merogoh kantong dalam-dalam, sudah bisa menikmati segelas minuman menyegarkan di tempat kami. Gerai Banyu Es buka dari pukul 10.00 Wita hingga pukul 22.00 Wita,” ucap Yahya
Saat ini, lanjutnya lagi, tren penjualan sudah mulai membaik, setelah sempat terseok-seok ketika wabah Corona merebak di Banjarmasin.
“Sebelum Covid-19, dalam sehari kita bisa menjual hingga 100 cup. Tapi, di tengah pandemi saat ini omzet turun sampai 50 persen. Syukur alhamdulillah, kami masih bisa bertahan, walaupun omzet turun drastis,” terang Yahya, yang memperkerjakan dua orang karyawan dengan sistem shift.
Ia menjelaskan, sebagian besar pelanggannya adalah mahasiswa, karena lokasi jualan yang mereka pilih dekat dengan kampus dan kost-kostan. “Saat ini, kampus meniadakan belajar tatap muka, jadi mahasiswa sepi, pasalnya banyak yang pulang kampung,” imbuhnya.
Dalam waktu dekat, kata Yahya, ia dan teman-temannya akan melebarkan sayap bisnis dengan membuka cabang baru di kota lain. “Kami akan mencoba ekspansi ke luar kota, tepatnya di Banjarbaru dan Batulicin. Harapan kami, usaha ini juga bisa jalan di sana. Saat ini, kami sedang memantapkan rencana itu,” pungkasnya.
Reporter : Ahmad Syarif



















