Di Masa Pandemi Orderan Kain Sasirangan Menurun

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Kain Sasirangan yang merupakan kain khas Kalimantan Selatan ini cukup banyak peminatnya. Pembeli yang datang tak hanya warga Banua, tapi juga turis lokal domestik dan mancanegara.

Namun, semenjak pandemi Covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia, hingga ke pelosok-pelosok daerah, semua aspek kehidupan seakan lumpuh. Termasuk sektor perkonomian yang terhantam sangat kuat.

Dampaknya, juga dirasakan para pelaku UMKM di Banjarmasin. Dimana perputaran ekonomi tersendat-tersendat, bahkan ada yang terhenti. Banyak pelaku usaha yang bangkrut, tak sedikit pula bisnisnya yang gulung tikar. Untuk bertahan, perlu kekuatan dan keyakinan dalam menjalaninya.

Seperti, Herry Razak salah seorang pengrajin kain sasirangan yang masih setia menggeluti seni pewarnaan kain ini. Meski orderan tak seramai kala sebelum pandemi Covid-19, tapi ia tetap menekuninya.

BACA JUGA:  Telur Aluh-Aluh, Diminati Tapi Terbatas Produksi

“Dulu, sebelum wabah Corona, dalam sebulan saya bisa mengerjakan orderan hingga 40 lembar kain, paling minim 20 lembar kain. Motifnya, tergantung permintaan si pemesan. Tapi, saat ini kondisinya jauh berbeda. Orderan kain sasirangan jauh sekali berkurang, bahkan turun hingga 80 persen,” ujar Herry saat ditemui di rumahnya di jalan Belitung Darat Gang Rahayu No. 21 Rt. 18 Rw. 02, Banjarmasin, Kamis(16/12).

Saat ini, lanjutnya, pedagang kain sasirangan yang biasanya order ditempatnya mengurangi pesanan. Itu juga, karena mereka mengalami permasalahan yang sama, yakni jumlah pembeli yang semakin berkurang.

“Even-even banyak ditiadakan, seperti sekolah dan kampus yang tak menjalankan poses belajar mengajar tatap muka, acara perkawinan, kegiatan kedinasan dan agenda lain yang mesti diundur atau dibatalkan. Otomatis lah, secara tidak langsung berpengaruh juga bagi pengrajin sasirangan. Biasanya kan ada saja, sekolah yang order kain sasirangan setiap tahun ajaran baru, atau karyawan perusahaan yang membeli secara kolektif,” jelasnya.

BACA JUGA:  Saingi Zoom, Facebook Rilis Massenger Rooms

Selama ini, dalam membuat kain sasirangan, Herry hanya bekerja sendiri, tanpa memperkerjakan karyawan. Biasanya, dia sering menggunakan kain berbahan katun primisima, harganya mulai dari Rp 150.000 untuk ukuran 2 meter. Satunya lagi, memakai kain katun sutera, harganya saya jual mulai dari Rp 300.000 ukuran 2 meter.

Pos terkait