Wahid Hadiri Rapat Pokja APKSI

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Jakarta-Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H. Abdul Wahid HK menghadiri rapat kelompok kerja (Pokja) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Kantor Sekretariat Apkasi Gedung Sahid Sudirman Center Lt. 21 Jakarta Kamis 26/11.

Kehadiran Bupati Wahid didampingi Sekretaris Daerah H. M. Taufik, Kabag Pemerintahan dan Kabag Humpro HSU.

Kebadiran rombonganini sehubungan dengan dipilihnya Pemerintah Kabupaten HSU sebagai anggota pokja Apkasi terkait Rancangan Peraturan Pemerintah dan Rancangan Peraturan Presiden sebagai Peraturan Pelaksanaan UU Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Bupati HSU H. Abdul Wahid mengatakan bahwa saat ini pemerintah sedang menyusun 40 rancangan peraturan pemerintah (RPP) dan 4 rancangan peraturan presiden (RPerpres) sebagai turunan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

BACA JUGA:  New Normal Butuh Kordinasi, Kolaborasi dan Kerjasama antara Pemerintah dan Stakeholder

Dalam hal ini, menurut mantan ketua DPRD HSU ini, Apkasi sebagai wadah Kabupaten merasa berkepentingan untuk memberikan saran dan masukan kepada pemerintah pusat dalam penyusunan 40 RPP dan 4 Rperpres sebagai turunan UU Cipta Kerja.

Wahid menambahkan ini juga tidak terlepas dari permintaan pemerintah kepada Apkasi agar segera memberikan masukan terhadap penyusunan RPP dan RPerpres UU Cipta Kerja.

“Hari ini Kami menghadiri rapat pokja Apkasi yang beranggotan 11 Kabupaten untuk membahas RPP dan RPerpres UU Cipta Kerja,” kata Wahid.

Menurut Wahid pemerintah daerah sebagai ujung tombak pemerintan pusat, maka seyogyanya diberikan kesempatan untuk memberikan masukan terhadap penyusunan RPP dan Rperpres UUD Cipta Kerja.

BACA JUGA:  Banjarmasin Serius Tangani Pencegahan Rabies

Di antara RPP yang dibahas dalam rapat tersebut seperti rancangan peraturan pemerintah tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Dalam Rangka Mendukung Kemudahan Berusaha dan Layanan Daerah, RPP Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Derah dan RPP Penyelenggaraan Penataan Ruang.

Reporter : Darma Setiawan
Editor : Aditya

Pos terkait