Asul Jeli Melihat Peluang di Tengah Pandemi Covid-19

Pencuci tangan buatan Asul

Asul tak ingin berpangku tangan dan meratapi nasib begitu saja. Ia mesti memutar otak, agar dapurnya dapat terus mengebul. Ada isteri dan anak-anak yang harus ia penuhi segala kebutuhan sandang pangannya. Belum lagi keperluan lain yang menunggu antrian untuk diselesaikan.

“Selama pandemi ini, orderan jasa foto perkawinan hampir tak ada, masyarakat masih enggan untuk mengumpulkan orang banyak di tengah wabah. Otomatis, jasa dokumentasi foto pun jadi nggak ada. Syukurlah, saat sepi orderan foto, Allah memberi rezeki dari pintu yang lain,” ungkap Asul.

Matahari tepat di atas kepala, menandakan hari kian beranjak siang. Asul terlihat makin sibuk merakit satu persatu bahan-bahan yang sudah ia persiapkan untuk membuat rak westafel. Sesekali ia menyeka peluh yang menetes di keningnya.

Beberapa buah rak westafel yang sudah jadi, tampak tersusun rapi di halaman rumahnya, yang ia jadikan bengkel tempatnya bekerja.

Dalam sehari, Asul yang dibantu  seorang temannya, Oddie, mampu menyelesaikan sekitar 10 buah rak wastafel. Untuk harganya bervariasi, tergantung model.

“Rak wastafel yang langsung menggunakan keran harganya Rp 400.000. Sedangkan, rak wastafel dengan tong air isi 48 liter kita jual Rp 475.000. Keduanya sudah termasuk selang pembuangannya,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Asul, ia juga membuat rak sepatu dan rak buku dari bahan aluminium. Rak sepatu 4 tingkat dibandrolnya Rp 325.000, rak sepatu 5 tingkat ia jual seharga Rp 400.000. Jika menggunakan kaca sekelilingnya, harganya akan lebih tinggi.

“Untuk rak buku dengan lapis kaca kami jual Rp 900.000. Tapi, harganya akan menyesuaikan dengan ukuran lah. Tentu, harga akan lebih murah jika ukurannya lebih kecil,” kata Asul.

Di ujung bincang-bincang singkat itu, sejumlah pengharapan layaknya doa mengalir dari Asul. Ia ingin semua kembali berjalan normal seperti sedia kala.

“Kita harus tetap optimis dan Semoga pandemi ini segera berakhir, rakyat bangsa ini semakin sehat dan roda perekonomian kembali berputar,” harapnya.

Reporter : Ahmad Syarif

Editor : Didin Ariyadi

Pos terkait