“ Contoh untuk luasan halaman rumah 12 meter persegi dan kita tanami sawi dengan harga jual sekitar Rp 30.000 per kilo bisa menghasilkan Rp 1,5 juta dalam sekali panennya,” paparnya seraya menambahkan modal pembelian bibit, pupuk serta biaya lainnya kurang lebih menghabiskan Rp 350.000, maka masih ada keuntungan Rp 1.150.000.
Meski demikian, ia tidak menampik kalau saat pembutan media tanam juga memerlukan biaya yang relatif besar. Mulai dari pembelian pipa, pembuatan rak, mesin air, penampungan air hingga plastik atau jala untuk melindungi tanaman.
“ Diawal memang perlu biaya untuk pembuatan semua itu, tetapi itu untuk sekali saja dan bisa bertahan sampai 3 tahunan,’ ujar pemilik Herbby Fresh ini.

Menariknya, bercocoktanam menggunakan sistem hidroponik tidak menyita waktu cukup 1-2 jam sehari sudah cukup.
“ Saya biasanya sore sehabis sholat Ashar saja bertani, itupun cuma mengecek sirkulasi air, ketersedian air selebihnya biarlah tumbuh dengan alami,” ucap pria yang sering menjadi pembicara diberbagai sekolah, kampus dan pendamping kelompok tani bagaimana cara berkebun hidroponik ini.
Selain sawi, Agus juga menanam sayuran lain bersama-sama komunitasnya seperti tomat, bayam, kangkung, cabe, kacang panjang dan timun.
“ Kita ada komunitas. Untuk memenuhi kebutuhan pembeli kami saling melengkapi, ada yang menanam sawi, ada tomat, ada timun dan lainnya. Jadi, kami siap menyediakan semua sayuran hasil hidroponik yang lebih sehat,” tambahnya.
Baginya berkekebun hidroponik selain mudah, murah, tidak menyita waktu juga hasilnya sangat menggiurkan.
“ Sekarang lahan bukan kendala untuk kita bertani, kami sudah membuktikannya. Sejak 2016 hingga saat ini kami tetap bertahan dan Alhamdulillah makin berkembang. Mari manfaat halaman rumah untuk menghasilkan rupiah dengan berkebun sisitem hidroponik,” ajak Agus.
Editor : Didin Ariyadi



















