Memetik Jutaan Rupiah dari Kebun Hidroponik di Halaman Rumah

  • Whatsapp
Agus Salim saat mengecek tanamannya

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Bercocok tanam dengan cara hidroponik dewasa ini telah menjadi trend khususnya masyarakat perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan namun ingin memiliki kebun. Umumnya, metode  tanaman tanpa menggunakan tanah ini digunakan untuk budidaya sayuran.

Menurut salah seorang pelaku budidaya hidroponik, Agus Salim  secara harfiah, hidroponik berarti penanaman dalam air yang mengandung campuran hara. Jadi sama sekali tidak melibatkan media tanah dalam menanam berbagai tumbuhan.

Dikatakannya, hidroponik terkenal dengan kemudahannya dalam menanam sayuran, sehingga tidak perlu  belajar pertanian.

“ Tidak perlu khawatir karena hidroponik sangat mudah diaplikasikan oleh siapapun. Bisa dicoba dilahan pekarangan rumah, bahkan untuk ukuran 1 meter kali 1,5 meter saja,” ungkapnya kepada Wartaniaga.com.

BACA JUGA:  BIGlobal, Cara Hidup Sehat dan Penghasilan Tanpa Batas

Kuncinya, kata Agus sirkulasi air yang baik dan terus mengalir, maka bisa dipastikan hasil tanamannya juga memuaskan.

“ Kuncinya pada air, pastikan pompanya selalu hidup, jika mati lampu maka seringlah menyiramnya. Sedangkan pupuk dan bibit tidak memakan biaya yang besar,” jelas pria yang sudah menggeluti hidropinik sejak tahun 2016 ini.

Dipaparkannya, dengan luasan halaman 3 meter kali 4 meter dan ditanami sawi, maka paling minimal dalam 40 hari atau sekali panen bisa menghasilkan hingga Rp 1,5 juta.

Pos terkait