Lestarikan Budaya, Pemprov Kalsel Gelar Festival Pencak Silat

Peserta wajib menyerahkan narasi naskah kisah/cerita secara tertulis kepada panitia saat technical meeting. Peserta dalam penyampaian pembacaan narasi naskah cerita dibawakan oleh pembaca naskah, peserta dalam penampilan tidak diperbolehkan bicara atau dialog.

“Panitia menyediakan gamelan untuk peserta festival, bagi yang ingin menggunakan gamelan sendiri, atau instrument lain diperbolehkan, dengan sebelumnya menghubungi panitia,” tambah dia.

Waktu penampilan adalah 10 menit per regu/peserta yang digabung menjadi satu. Apabila waktunya kurang atau lebih dari 10 menit, maka akan ada pemotongan nilai.

Ketua Panitia Pelaksana Budiono menjelaskan, event ini bekerjasama dengan Assosiasi Perguruan Pencak Silat Budaya Indonesia (APPSBI) Kalimantan Selatan setiap kontingen Kab/Kota Maksimal mengirimkan 2 regu, kecuali Kota Banjarmasin 4 regu.

“Apabila ada Kab./Kota yang mengirimkan kepesertaannya kurang dari dua regu, bahkan tidak mengirimkan, Panitia dapat mengalihkan kuotanya kepada daerah lain (Kab./Kota) lain yang mendaftar lebih dari
2 regu,” kata salah satu Kasi di Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel ini.

Pertemuan Teknik dilaksanakan pada Jum’at, 18 September 2020 Pukul 14.00 s.d. 17.00 wita di Aula Rapat Dispora Kalimantan Selatan, Jl. Pramuka No. 4 Banjarmasin.

“Pertemuan teknik diwakili oleh Pimpinan Kontingen/Manager/Pelatih (1 orang),” kata dia. Untuk penilaian Penampilan Terbaik, peserta Festival harus memenuhi unsur tampilan, Ngibing Tunggal, Pertarungan Ganda Berpasangan dan Penampilan Beregu dengan Alur Ceritanya.

Pemberian Penghargaan/Kategori tambahan meliputi Penampilan Ngibing Tunggal Terbaik, penampilan Ganda Pertarungan Berpasangan Terbaik, penampilan Wirupa, Keserasian Pakaian Terbaik, penampilan Cerita Terbaik.

Reporter : Ahmad Yani
Editor : Y Erwanda

Pos terkait