Regulasi Pilkada, Dewan Kalsel Inginkan ada Aturan tentang Kesehatan Paslon Pilkada

  • Whatsapp

Wartaniaga.com,Banjarmasin- Menjelang pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kalimantan Selatan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) persiapkan semua teknis demi keberlangsungan penyelenggaraan.

Adapun yang masih menjadi hambatan pada saat ini terkait dengan peraturan kesehatan, mengingat wilayah Kalsel sendiri mengalami masa pandemi Covid- 19.

Menurut anggota Komisi I DPRD Kalsel, Hasanuddin Murad mengatakan problem kejelasan regulasi pasangan calon kepala daerah terkait pandemi Covid-19, harus diselesaikan dengan tepat.

“Aturan ini harus jelas dan tegas, jangan sampai memunculkan multitafsir,” katanya.

Ia juga menyarankan pada masa pandemi Covid-19 saat ini, kesehatan pasangan calon harus benar-benar diperhatikan dan menjadi salah satu syarat pencalonan.

“Ini harus ada kepastian, karena itu syarat menentukan lolos atau tidaknya dalam pencalonan,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Taruna Akademi AL Sambut Kalsel sebagai Penyangga IKN

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum Kalsel, Sarmuji mengatakan pasangan calon kepala daerah diharuskan untuk melakukan tes kesehatan Covid-19, seperti rapit dan swab.

“Dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu, apabila ditemukan positif tertular Covid, maka akan menjalani karantina selama 14 hari,” ucapnya saat diskusi dengan DPRD Provinsi Kalsel melalui Komisi I, Rabu (26/7).

Menurutnya, hal tersebut yang masih belum diatur secara jelas, sehingga perlu dilakukan dan disampaikan kepada KPU RI, agar nantinya pada saat pelaksanaan berjalan dengan lancar.

Pos terkait