“ Alhamdulillah, tentu ini upaya maksimal yang dilakukan para guru untuk men support belajar siswanya. Sekolah mengadakan bimbel yang digelar sekolah mengikuti kebutuhan siswa. Ada yang bimbel khusus bagi yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi negeri umum. Siswa bisa memilih mengikuti bimbel yang mana sesuai keinginan dan kebutuhannya, misalnya MIPA dan Bahasa,” terang Mukeniansyah.
Pola pendampingan bagi siswa di kelas akhir, tambah Mukeniansyah memang menjadi fokus program peningkatan kapasitas belajar siswa. Ini terus dikembangkan guna menunjang mutu pendidikan di sekolah. Skenario tersebut juga mengantar lulusan bisa bersaing dalam memasuki perguruan tinggi negeri. Terbukti tahun 2020 saja puluhan siswa lulus tanpa test mencapai 26 orang,ini akan ditambah mereka yang lulus melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Seleksi Mandiri.
Editor : Nirma Hafizah




















