Pembatasan Ziarah Saat Pandemi Covid-19 di Makam Datu Abulung

  • Whatsapp
Camat Martapura Barat, Sumardi

Wartaniaga.com,martapura- Pihak kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar  membatasi ziarah masyarakat di tempat pemakaman kubah Syekh Abdul Hamid Abulung atau bisa dikenal Datu Abulung  guna mencegah penyebaran virus Covid-19.

Camat Martapura Barat, Sumardi mengatakan bahwa saat ini pihaknya  membatasi  penziarah dengan batas waktu yang belum ditentukan sampai situasi dan kondisi stabil atau normal lagi.

Menurutnya, pembatasan layanan ziarah ini telah diberlakukan sejak awal pademi covid-19. Langkah ini diambil sebagai upaya mencegah mengurangi aktivitas masyarakat di pemakaman tidak terlalu banyak, terlebih tradisi ziarah ini biasa dilakukan oleh masyarakat setempat bahkan dari luar wilayah.

“Ya itu untuk mengantisipasi, jangan sampai terjadi penularan, kita batasi aktivitas masyarakat tidak terlalu banyak di pemakaman,” kata sumardi saat ditemui Wartaniaga.com, Kamis (4/6).

BACA JUGA:  16 Peserta Berlomba Menjadi Duta Baca

Para penziarah pun dihimbau untuk tetap pakai masker, jaga jarak dan tetap mengikuti protokol kesehatan. “ Dan untuk penziarah yang dari luar wilayah Martapura agar informasi ini juga diperhatikan supaya tidak sia-sia saat datang ke sini,” katanya.

Diakuinya, masyarakat yang  ziarah sekarang  sudah mulai berkurang, yang biasanya pada hari sabtu-minggu dan hari libur nasional kondisi pemakaman dipenuhi penziarah, tetapi sekarang berkurang dengan adanya pembatasan yang ditetapkan oleh kecamatan dan warga setempat.

“ Masih ada beberapa masyarakat yang melakukan ziarah tetapi tidak sebanyak pada hari-hari di luar adanya pandemi. Itupun selalu kita himbau dan wajibkan untuk memenuhi aturan protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak,” terang camat.

BACA JUGA:  Edukasi Wisatawan, Disbudpar Tambah Papan Informasi di 10 Situs Bersejarah

Sebagaimana diketahui, kabupaten Banjar banyak memiliki makam para Alim Ulama yang sering menjadi tempat ziarah masyarakat. Salah satunya di kecamatan Martapura Barat ini, Kubah Syekh Abdul Hamid Abulung yang  terletak diseberang sungai.

Dan para penziarah pun menyeberang dengan transportasi perahu bermotor (klotok, red) , dalam kondisi ini pun masyarakat dibatasi hanya untuk 15 orang, karena penziarah harus bergantian untuk menghindari kerumunan.

Reporter : M Hidayatullah

Editor : Aditya

Pos terkait