Lebih lanjut Boy mengatakan bahwa tantangan radikalisme ditengah pandemi ini lebih rentan terhadap generasi muda. Hal tersebut menurutnya didasari bahwa generasi muda lebih rentan terpengaruh oleh arus deras informasi negatif, baik menjadi pelaku sekaligus korban,hingga melakukan aksi sendiri, yang dikenal dengan istilah lone wolf.
Diakhir sambutannya Boy berharap kegiatan Dialog Virtual FKPT Kalsel ini dapat memberikan sumbangan pemikiran yang dapat memberikan masukan kepada kita semua untuk mengalahkan 2 virus sekaligus: COVID- 19 dan Radikalisme.
“Semua tantangan itu harus memacu kita semua yang hadir, agar meningkatkan kerjasama, membangun jaringan di semua lini, baik offline maupun online, sehingga di tengah segala keterbatasan aktifitas kita dapat menjangkau segala lapisan masyarakat,” pungkasnya.
Hadir sebagai narasumber dalam dialog virtual tersebut antara lain Kapolda Kalsel, Kabinda Kalsel, dan Ketua FKPT Kalsel Drs. Aliansyah Mahadi, M.A.P.
Rilis FKPT Kalsel




















