Kepala BNPT : Berakar Dari Ideologi, Terorisme Tidak cukup Diatasi Dengan Penangkapan

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Maraknya serangan teroris, bahkan semasa wabah covid-19 seperti penyerangan terhadap Polsek Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, memberikan sinyal kepada kita, bahwa ancaman terorisme masih nyata di sekitar kita.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar MH dalam pidatonya pada Dailog Virtual FKPT Kalimantan Selatan, Selasa (16/6/2020).

Dalam kegiatan yang dibuka oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor tersebut, perwira bintang tiga tersebut menyampaikan beberapa pandangan kelompok radikal terorisme terhadap wabah Covid-19, antara lain bahwa wabah ini sebagai ujian dari Yang Kuasa sehingga dapat dimanfaatkan untuk melakukan “amaliyah”, seperti yang terjadi baru saja di Polsek Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

BACA JUGA:  Pemko Hanya Mampu Kurangi Silpa Senilai 100 Miliar

“Kemudian mereka melihat wabah ini sebagai peluang persiapan perang, nantinya akan erat berkaitan dengan propaganda online, perekrutan, dan penggalangan dana berkedok “amal” dan lainnya,” ujarnya.

Pihaknya pun meyakini bahwa aksi terorisme adalah fenomena di hilir. Adapun hulunya adalah kebencian, intoleransi, dan radikalisme. Oleh karena itu, pihaknya selalu menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan tokoh masyarakat, untuk terus mendengungkan narasi damai, cinta tanah air dan sesama, serta wawasan kebangsaan, sebagai antidot virus radikalisme, baik secara offline maupun online.

“Karena terorisme itu tidak cukup diatasi hanya dengan penangkapan, penjara, atau bahkan peluru tajam semata, karena ini berakar pada ideologi yang keliru. Ini yang perlu diluruskan terlebih dahulu, jika kita ingin Indonesia damai terbebas dari terorisme,” tegasnya.

Pos terkait