Cerita Pembuat Tapai Gambut Saat Lebaran

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Lebaran akan terasa tidak lengkap bagi warga suku Banjar jika tidak tersedia cemilan tape atau biasa disebut tapai.

Dan salah satu tape yang paling dikenal adalah Tapai Gambut sudah sejak lama di produksi masyarakat khususnya di desa Pematang Panjang, Kecamatan Gambut, kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Tapai ini mempunyai ciri khas tersendiri dengan citra rasa yang manis dan menjadi cemilan disetiap acara khususnya di hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Bahkan kini, penjualan tapai Gambut ini sudah menyebar luas. Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Martapura menjadi sasaran penjual yang biasa berkeliling menggunakan sepeda dan motor ini.

Salah seorang pembuat tapai Gambut, Ansori mengungkapkan setiap menjelang lebaran dirinya bisa memproduksi 3 sampai 4 kali.

BACA JUGA:  Dewan Ingatkan Pemko Agar Kembangkan Destinasi Wisata

” Pastinya lebih sering dari hari biasa, sekali produksi bisa menghabiskan 10 liter ketan,” ujar pria yang sudah 15 tahun menggeluti usaha ini.

Dikatakannya, tapai sudah menjadi cemilan wajib masyarakat pada saat lebaraan sehingga pemesan yang datang ke tempatnya juga banyak jelang Idul Fitri.

Sementara, Endang mengaku kebanjiran orderan saat jelang lebaran.

Meski hanya berdasarkan pesanan, ia membeberkan tidak kurang dari 30 orang meminta dirinya untuk membuatkan tapai.

” Sejak 6 tahun lalu aku hanya menerima pesanan dan sudah jadi tradisi jika mendekati lebaran pasti pesanan meningkat,” paparnya

Pos terkait