“Seperti yang dilakukan oleh gubernur Jawa Tengah yang membangun komunikasi dan kerjasama dengan provinsi asal mudik seperti DKI dan Jabar untuk sosialisasi gerakan tunda mudik tahun ini,” katanya.
Selain itu, Kastorius menyatakan rapid test yang kini mulai diintensifkan di wilayah Jabodetabek bisa menjadi dasar bagi warga untuk menunda mudik. Sebab, akan ada warga yang masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dengan Pengawasan (PDP) akan masuk dalam program karantina.
“Hasil rapid test ini akan berdampak pada menurunnya mobilitas arus mudik. Dan sebaliknya mereka yang negatif akan aman melakukan mudik,” ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengimbau masyarakat tak mudik saat libur lebaran Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah, 24-25 Mei 2020. Pemerintah juga telah menetapkan tanggap darurat virus corona sampai 29 Mei mendatang.
Sementara Kementerian Perhubungan mempertimbangkan untuk membatalkan program ‘mudik bareng’ atau ‘mudik gratis’ pada libur lebaran tahun ini. Kemenhub mengaku sudah menyiapkan lebih dari 1.000 bus untuk mudik gratis tahun ini. Selain itu bakal disediakan juga 100-an truk pengangkut sepeda motor.
Jumlah pasien positif virus corona secara kumulatif terus bertambah. Sampai kemarin, jumlah pasien positif menjadi 790 orang. Dari jumlah itu, 58 orang meninggal dunia dan 31 pasien dinyatakan sembuh.
Reporter : Mamay
Editor : Riky
Foto: Istimewa



















