Menurutnya, budidaya dengan sistem sangat menguntungkan bagi para petani . Selain tidak memakan tempat, pemberian pakan pun sangat ekonomis bisa ditekan sampai dengan 30-40%.
Kemudian tempat pemeliharaan ikan cukup dengan terpal yang di sangga oleh besi berdiameter 2 meter dengan ketinggian air sekitar 80cm bisa menampung bibit ikan sebanyak 1500-2000 ekor.
“Sedangkan untuk Kovensional maksimal hanya bisa diisi 300 ekor bibit,” tambahnya.
Kelebihan lainnya adalah tidak memakan tempat yang luas cukup dengan sisa tanah ukuran 3×2 meter pembudidayaan ikan papuyu sudah bisa dilakukan. Air juga hemat karena tidak sering mengganti air seperti pada kolam-kolam ikan konvensional.
“Nilai jual Ikan Papuyu ini cukup bagus sehingga masyarakat bisa belajar dan mengangkat perekonomian mereka dengan modal yang cukup ekonomis,” paparnya
Diungkapka Arifin, ikan papuyu sangat diminati juga di Thailand, bahkan kalau ada pengusaha ikan ini.
” Ada permintaan dari Thailand sebanyak 5 ton Papuyu perbulannya,” ucapnya.




















