Menanggapi hal tersebut, Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan pihaknya memang ingin mempertahankan nuansa alami khas pedesaan yang masih ada di salah satu kawasan objek wisata tersebut.
“Kita memang mau mempertahankan Kampung Biuku itu dengan nuansa alaminya,” ujarnya pada wartaniaga.com, Senin (20/01) Siang.

Ibnu menjelaskan penanganan untuk tepian sungai di kawasan Kota Banjarmasin memang memakai cara penyiringan. Namun khusus untuk Kampung Biuku memang sejak awal peresmian sudah dengan cara memperhatikan struktur vegetasi alami di daerah tersebut.
“Karena ada ditemukan salah satu tumbuhan langka yang hidup di daerah sana, sehingga kita akan mempertahankan vegetasi yang ada agar tetap terjaga kelestariannya,” jelas orang nomor satu di Banjarmasin itu.
Sebelumnya Ibnu membeberkan pihaknya pernah mendapat usulan untuk menanam tumbuhan gayam, bambu dan tumbusan jenis Avicena atau bakau ditepian agar bisa menjaga bibir sungai untuk tidak terjadi abrasi.
Namun, jika menggunakan tumbuhan atau pepohonan yang digunakan untuk siring alami, Ibnu menambahkan. Memerlukan waktu yang lama agar bisa berfungsi secara alami dan maksimal.
“Nanti akan kita usahakan dan cari solusi dan teknologi untuk bisa menggunakan pohon-pohon itu sebagai siring alami dikawasan tersebut,” pungkasnya.
Repoter : Fadlan Zakiri
Editor : Mukta
Foto : Fadlan Zakiri



















