Umat Muslim Banua kecam Persekusi Massal terhadap Uighur

  • Whatsapp
Umat Muslim Banua kecam Persekusi Massal terhadap Uighur

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Meskipun ditengah guyuran hujan, ratusan demonstran yang menamakan diri Umat Islam Banua gelar Aksi Save Uighur di depan Gedung DPRD Kalsel, Senin (23/12) sore. Para pendemo yang bergerak usai Shalat Ashar berjamaah di Masjid Sabilal ini berjalan rapi sambil berorasi dan membentangkan spanduk bertuliskan ‘We Stand With Uighur’.

Rute yang ditempuh massa aksi melalui Jalan MT.Haryono kemudian berbelok melalui Jalan Samudera, dan memasuki Jalan Lambung Mangkurat hingga akhirnya berhenti didepan gedung wakil rakyat provinsi.

Kecam Persekusi Massal terhadap Uighur

Dalam tuntutannya massa Umat Muslim Banua ini mengecam 9 Persekusi Massal Pemerintah China terhadap umat muslim Uighur, yakni :
1. Melarang nama Islam untuk bayi yang baru lahir. Pemilik nama berbau arab/Islam diancam tidak mendapat pekerjaan.

2. Menyita Al Qur’an, sajadah, dan atribut yang menyimbolkan Islam.

3. Melarang anak-anak mengikuti pelajaran agama Islam dan belajar Qur’an. Ustadz yang mengajarkan Qur’an melalui media sosial ditangkap.

4. Mengubah masjid jadi pusat propaganda. Masjid diharuskan mengibarkan bendera China dan spanduk bertuliskan slogan komunisme. Sebelum sholat harus mengadakan upacara bendera, dan kuliah patriotisme. Mencopot kaligrafi kalimat tauhid La ilaha illallah di dinding masjid.

BACA JUGA:  Sempat Viral, Akhirnya Baliho di Atas Trotoar di Bongkar

5. Memotong gaun panjang muslimah di tengah jalan, meski sebagian muslimah memakai untuk alasan kenyamanan. Dilarang berkerudung dan apalagi cadar

6. Memasang puluhan ribu kamera pendeteksi wajah untuk mengawasi gerak-gerik rakyat. Setiap rumah di depannya dipasangi QR Code, dan ada list siapa yang boleh tinggal di rumah tersebut.

7. Program “Become Family”, mengharuskan keluarga Uyghur menerima tamu dari partai komunis yang diutus negara untuk mendoktrin, mengawasi, melarang ibadah sholat dan puasa di rumah mereka.

8. Menikahkan paksa muslimah Uyghur dengan lelaki kafir suku Han dgn dalih asimilasi budaya, untuk menghapuskan ras Uyghur, di saat para lelaki Uyghur dijebloskan ke kamp konsentrasi.

9. Sekitar satu juta laki-laki Uyghur dipaksa ikut kamp re-edukasi (yang lebih mirip kamp konsentrasi) karena memelihara jenggot, melakukan kegiatan keagamaan, atau dengan diiming-imingi bantuan pelunasan perumahan. Mereka didoktrin dengan komunisme dan patriotisme China, dipaksa makan babi dan minum alkohol.kecam Persekusi Massal terhadap Uighur

BACA JUGA:  Bentuk SDM Hebat, Ibnu Sina Sebut 3 Kompetensi

Menurut Orator Aksi, Habibi Mustofa Pemerintah Indonesia harus memberikan sikap tegas, dan mengecam Pemerintah China terhadap tindakan yang terjadi pada Muslim Uighur di Xinjiang.
“Indonesia ini harus bersikap tegas, ada 22 negara yang sudah bersikap tegas terhadap apa yang sudah terjadi disana, Indonesia ini negara yang jumlah penduduk muslimnya besar tapi belum sama sekali memberikan kecam dengan apa yang terjadi disana” tegas Habibi.

Selain itu ia berharap setiap individu muslim selalu mendoakan umat muslim Uighur yang tengah tertindas. Momen ini juga diharapkan menjadikan seluruh ormas Islam dapat meningkatkan kesadaran persaudaraan sebagai muslim.
“Untuk ormas-ormas islam ayo sama sama penyampaian aspirasi ini sebagai sarana penyatuan umat Islam karena dimanapun umat Islam berada ialah bersaudara.” Pesan Habibi.

Hasil Investigasi BBC dan PBB
Informasi penindasan terhadap Muslim Uighur juga pernah di paparkan BBC news melalui berita investigasi mereka yang dipublikasikan pada Oktober 2018, dimana Pemerintah Cina terbukti mendirikan Kamp-kamp untuk memenjarakan ribuan umat muslim Uighur di wilayah Xinjiang tanpa proses peradilan.

BACA JUGA:  Tragis, Dhoni Tewas Tersengat Listrik Sambung Kabel Provider

Dilansir dari laporan investigasi BBC, pada 22 April 2018 foto satelit memperlihatkan foto sebuah kompleks besar dan berkeamanan ketat muncul di kawasan Xinjiang, lengkap dengan tembok luar sepanjang dua kilometer dan 16 gardu penjaga. Padahal tiga tahun sebelumnya pada foto satelit 12 Juli 2015 daerah tersebut masih kosong dan hanya dipenuhi pasir abu.

Di video investigasi terbarunya, ‘China Muslim : Xinjiang Schools Used to Separate Children from Families’ yang dipublikasikan Juli 2019, BBC juga mewawancarai puluhan muslim Uighur yang kehilangan anak dan keluarganya. Karena anak mereka dipaksa dipisahkan dari orangtua, agama, dan bahasa mereka dengan dalih anak-anak tersebut memerlukan ‘perawatan terpusat’.

Sementara Komite PBB untuk Penghapusan Diskriminasi Rasial mengklaim sekitar satu juta etnis Uighur di tahan tanpa peradilan di kamp politik China.

Rep/Foto : Muhammad Akbar
Editor : Erwand

Pos terkait