Mengkhawatirkan, Habitat Bekantan Terancam Punah

  • Whatsapp
Mengkhawatirkan, Habitat Bekantan Terancam Punah

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Penelitian dan Pengembangan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (P3HH) RI sebut populasi habitat bekantan di Kalsel menurun serta kawasan konservasinya tidak terpantau.

Peneliti Pusat Penelitian Pengembangan Hasil Hutan (P3HH), Sofyan Iskandar mengatakan pihaknya akan lebih fokus terhadap fauna bekantan, karena endemik bekantan tersebut merupakan icon Kalsel.

“Sekarang ini populasi bekantan mulai menurun dan habitatnya banyak diluar konservasi seperti di ladang, di tambang. Jadi saya akan mengangkat hewan bekantan karena bekantan ini merupakan hewan endemik ciri khas icon Kalsel,”ucapnya usai pembukaan seminar Lingkungan Hidup di Hotel Nasa, Senin (23/12).

Habitat Bekantan Terancam Punah

Sofyan melanjutkan, upaya konservasi bekantan yang tidak terpantau ini, berdampak pada kesejahteraan bekantan sehingga diperlukan adanya kesadaran membangun harmoni kehidupan antara manusia dengan bekantan.

BACA JUGA:  Gubernur Tuntut Alumni UNISKA Pandai Komunikasi

“Bagaimana kita manusia sebagai khalifah dimuka bumi bisa memberikan kesejahteraan bagi hewan bekantan, jadi kira-kira dengan membangun harmoni kehidupan manusia dengan bekantan,”ucapnya.Habitat Bekantan Terancam Punah

Kondisi Flora dan Fauna di Indonesia sekarang, Sofyan menjelaskan beberapa jenis mulai terancam punah seperti Orangutan yang ada di Kalsel-Sumatra, Bekantan dan beberapa jenis flora seperti Merbau yang mempunyai nilai ekonomi.

“Karena dulu eksploitasi secara berlebihan beberapa tempat terjadi kepunahan lokal tidak punah sama sekali, dulu ada sekarang sudah tidak ada lagi,”jelasnya.

Sementara itu, upaya konkrit yang dilakukan sekarang yakni konservasi diluar kawasan tidak hanya didalam kawasan.

“Artinya semua stakeholder pemangku kepentingan, mempunyai tanggung jawab. Misalnya HPH, tambang, perkebunan yang menggunakan sumber daya alam, kawasan ini juga mempunyai tanggungjawab untuk memelihara habitat-habitat disana,”ucapnya.

BACA JUGA:  Ribuan Penderita HIV/AIDS di Kalsel, ada di Banjarmasin

Kendati demikian, masyarakat yang berada di kawasan perkampungan pun perlu adanya tanggungjawab menjaga agar ekosistem tetap terjaga dengan baik tanpa mengurangi kesempatan yang mengurangi nilai ekonomi masyarat tersendiri.

“Itu yang akan kita bangun, bagaimana kepentingan itu bisa terakomodir tanpa merugikan satu dengan yang lain,” tutupnya.

Reporter : Aya
Editor : Muhammad Zahidi
Foto : Aya

Pos terkait