Akibat Tiket Naik, Intensitas Penumpang Garuda Indonesia Turun

  • Whatsapp
Akibat Tiket Naik, Intensitas Penumpang Garuda Indonesia Turun

Wartaniaga.com, Jakarta – Sepanjang tahun 2019, jumlah penumpang Garuda Indonesia mengalami penurunan secara signifikan ketimbang tahun lalu, penurunan tersebut dinilai akibat semakin mahalnya harga tiket dari maskapai yang mendapat penghargaan tingkat ketepatan waktu terbaik di dunia versi OAG Flightview.

Hal ini dikemukakan oleh pengamat kebijakan publik, Universitas Trisakti Jakarta, Profesor Trubus Rahardiansyah, menurutnya Garuda Indonesia merupakan maskapai penerbangan milik BUMN yang memiliki prestasi cukup membanggakan. Pada Desember 2018, maskapai yang pernah dipimpin oleh Ari Ashkara ini berhasil mempertahankan gelar terbaik versi versi OAG Flightview tersebut.

“Sayangnya, harga tiket pesawat milik PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk ini diketahui terlampau mahal akhir-akhir ini. Hal ini membuat penumpang domestik maupun internasional turun cukup signifikan sejak awal tahun hingga akhir September 2019,” bebernya.

BACA JUGA:  Terkesan Tergesa-gesa, Pencabutan Larangan Ekspor Benih Lobster

Profesor Trubus mengutip berdasar bahan pemaparan dari Garuda Indonesia, bahwa jumlah penumpang domestik maskapai BUMN hanya mencapai 11,2 juta orang hingga September 2019.

“Angka ini turun secara siginifikan sebanyak 3,1 juta penumpang atau 21,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang bahkan bisa mencapai 14,3 juta penumpang,” ujarnya.

Sementara itu, masih dalam data yang sama, Trubus memaparkan jumlah penumpang internasional Garuda Indonesia hanya sebanyak 3,2 juta orang hingga akhir September 2019. Jumlah tersebut turun sebanyak 6,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Jika diakumulasikan, jumlah penumpang domestik dan internasional Garuda Indonesia hanya mencapai 14,4 juta penumpang. Hal ini menunjukkan angka penumpang turun 18,8 persen,” jelasnya.

BACA JUGA:  Trubus Harap LDKPI Mampu Kelola Dana Hibah

Jumlah Penumpang Garuda Indonesia Mengalami Penurunan

Ia membandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu. Akibatnya, Garuda Indonesia berada di posisi terbawah dibandingkan maskapai di Asia lainnya untuk kategori passanger carried growth.

“penurunan jumlah penumpang ini tak terlepas dari kenaikan harga tiket pesawat domestik yang terjadi sejak tahun lalu. Hal ini pula menyebabkan banyak penumpang yang lebih memilih maskapai lain,” terangnya.

Mengulik data yang sama, Trubus menghitung tarif penumpang Garuda Indonesia selama sembilan bulan pertama tahun ini naik 30,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, tarif penumpang internasional naik sebanyak 1,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018 lalu.

BACA JUGA:  Biaya Transaksi Kliring Turun Manjadi Rp 3.500

Di sisi lain ujarnya, laba bersih Garuda Indonesia Group mencapai USD 122,8 juta. “Ini menunjukkan Garuda Indonesia telah menaikkan laba atau keuntungannya sebesar 211,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Zahidi
Foto : Ist

Pos terkait