Limit Tinggi, Bakeuda Lelang BMD Sepi Peminat

  • Whatsapp
kayu

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin melalui Bakeuda (Badan Keuangan Daerah) menggelar pelelangan aset atau Barang Milik Daerah (BMD) yang dilaksanakan di Pendopo Kantor Bakeuda pada Jumat (20/12/2019).

Barang tersebut merupakan material hasil bongkaran bangunan gedung sekolah milik Pemko Banjarmasin dengan kondisi dan jenis bahan yang beragam. Dari kayu mahoni biasa, sampai dengan kayu ulin.

Kasubbid Pemanfaatan Penilaian dan Penghapusan Bidang Aset Bakeuda Kota Banjarmasin, M Haris Arsyad mengatakan, pelelangan material bongkaran bangunan hari ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan pihaknya secara online.

Bakeuda lelang material

“Pemko Banjarmasin untuk pertama kalinya membuka lelang material sisa bangunan dan jembatan yang dilakukan secara online, pendaftaran dibuka sejak Selasa (16/12) sampai dengan Kamis (19/12) kemarin dan hanya diikuti oleh 1 orang peserta saja,” ucapnya usai menggelar lelang.limbah kayu

BACA JUGA:  Stok Darah PMI Kosong, Ibnu Sina Perintahkan ASN-nya Mendonor

Haris menyebut jumlah peserta lelang barang milik pemko itu sekarang memang tidak seperti lelang sebelumnya. Pasalnya harga limit yang ditentukan oleh pihak Bakeuda tergolong besar yaitu RP 175 juta untuk seluruh material bongkaran bangunan maupun jembatan milik Pemko Banjarmasin.

“Harga limit memang tergolong tinggi, membuat banyak calon peserta lelang yang tidak ikut setelah melihat harganya,” ujar Haris.

Melihat jumlah peserta yang sedikit itu, Dra Hj Devi mengungkapkan, untuk tahun depan pelelangan material bongkaran bangunan seperti ini akan dilakukan per unit dan sebelum bangunan tersebut dibongkar.

“Agar harga limit yang kita tentukan tidak setinggi sekarang, sehingga akan membuat peserta lelang lebih banyak lagi untuk mengikutinya,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Ada 7 Kriteria Penerima Bantuan Sosial Bedah Rumah

Astalani, satu-satunya peserta yang mengikuti lelang tersebut mengaku sangat bersyukur menjadi pemenang lelang dengan memberikan harga limit yang sudah ditentukan.

Pria yang beralamat di Pulau Alalak itu mengaku sudah sering mengikuti kegiatan lelang barang milik Pemko Banjarmasin. Namun baru kali ini ia mengikuti lelang material bongkaran bangunan. Dengan alasan karena melihat peluang keuntungan yang besar jika memenangkannya.

“Yang terpenting adalah agar bisa memberikan pekerjaan bagi warga sekitar di kampung saya. Seperti mencabut paku pada kayu bongkaran itu, merapikan bentuk dasar kayunya dan lain-lain” pungkasnya.

Reporter : Zakir
Editor : Muhammad Zahidi
Foto : Zakir

Pos terkait