Komisioner KPU RI minta KPU Kalsel selalu Bawa Dua ‘Tas’

  • Whatsapp
kpu

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Viryan Aziz meminta jajaran KPU Kalsel untuk mewaspadai masih adanya sisa-sisa residu pemilu 2019, yakni informasi hitam yang berkembang dimasyarakat. Informasi hitam tersebut, yakni Hoax (Berita bohong), Hate Speech (Ujaran Kebencian), Disinformasi (tidak terinformasi), dan Mis informasi (kegagalan informasi). Empat bentuk informasi tersebut dapat menjadi virus yang membuat pelaksanaan pilkada tidak berkualitas.

Hal tersebut disampaikan Viryan yang merupakan Komisoner KPU RI periode 2017-2022, kepada wartawan usai acara Peluncuran Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel 2020, di Calamus Ballroom Hotel Rattan Inn, Banjarmasin, Minggu (22/12) malam.

Jelang Pemilu KPU kalsel minta waspada

Karena informasi hitam yang berkembang itu bersifat merusak, maka menurutnya jajaran KPU harus melawan dengan sinergisitas semua pihak. “Ada dua ‘tas’ yang harus dibawa selalu kawan kawan KPU. Yakni integritas dan sinergisitas. Integritas itu tidak bisa ditawar-tawar. Sementara sinergisitas harus bekerjasama dengan banyak pihak” Ujar Viryan.

BACA JUGA:  Kecelakaan Beruntun, Satu Truk Masuk Kebun Sawit

Ia juga menambahkan KPU RI telah melakukan evaluasi terhadap pelaksana pemilu 2018 dan tengah merancang perbaikan. Salah satu nya dengan merancang Sistem Informasi Rekapitulasi Elektronik, karena dianggap waktu penyelesaiannya masih sering dikeluhkan masyarakat.

Pada pelaksanaan pemilu tahun 2020, KPU RI ditargetkan oleh DPR RI memperoleh keikut sertaan pemilih sebesar 77,5 persen. Pada pemilu serentak Mei 2019 lalu KPU RI berhasil mencapai keikutsertaan pemilih sebesar 81,69 persen. Sementara untuk Pilkada 2020 di Kalimantan Selatan, KPU Kalsel ditargetkan pencapaian yang sama dengan target nasional sebesar 77,5 persen.

Menanggapi target yang dicanangkan tersebut, Ketua KPU Kalsel, Sarmuji optimis dapat mencapainya. “Kami akan berusaha sekuat tenaga untuk mencapai target itu. Sebagaimana pencapaian pada pemilu tahun 2018 Kalsel berhasil mencapai 81 persen.”kpu bicara

BACA JUGA:  Tidak Tegas, Silang Pendapat IMB Gedung Parkir Duta Mall

Peluncuran Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel 2020 ini ditandai secara simbolis dengan memasukkan bersamaan surat suara kedalam kotak suara oleh para stakeholder yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu. Pada acara juga dipamerkan maskot Pilkada Kalsel 2020 yang diberinama Buti, Bumbungan Tinggi. Buti sendiri diambil secara filosofis dari bangunan rumah banjar, yang dianggap pencapaian tertinggi warga Banjar dan sebagai rumah kepala daerah dalam memimpin daerah.

Dengan peluncuran yang mengundang ratusan undangan dari berbagai elemen masyarakat ini KPU Kalsel berharap informasi Pilgub mulai ramai ditengah masyarakat. “Harapan dari kegiatan ini kita ingin penyelenggaraan Pilgub diketahui khayalak. Bahwa pilgub sudah dimulai sampai nanti pemilihannya pada 23 September 2020.” Papar Sarmuji.

BACA JUGA:  Nmax Community Edukasi Keselamatan Berkendara

Pada Pilkada 2020, KPU Kalsel telah mendata Daftar Pemilih Tetap (DPT) di provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 2.869.166 orang.

Dengan data itu, pasangan calon gubernur perseorangan yang ingin mendaftar diharuskan memperoleh minimal 243.880 dukungan yang dibuktikan dengan E-KTP atau surat catatan sipil, dan tersebar paling sedikit di tujuh kabupaten/kota di Kalsel.

Selain pilkada gubernur, pada tahun 2020 juga akan dilaksanakan pilkada di tujuh kabupaten kota, yakni Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Bumbu, Kotabaru, Hulu Sungai Tengah dan Balangan.

Reporter / Foto : Muhammad Akbar
Editor : Erwand

Pos terkait