Loading...
30 views

Bursa Efek Indonesia Ajak UKM dan Start Up Go Public

UKM
Loading...

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Indonesia Stock Exchange atau Bursa Efek Indonesia mengajak para pelaku usaha kecil menengah (UKM ) dan Start Up untuk listing atau Go Public. Keinginan ini diungkapkan, Head Of DX Incubator East Java, Cita Melisa saat Bicang Go Public Accelerate Your Business Though IPO, di Banjarmasin, Kamis (12/11).

Menurutnya, sudah saatnya dua sektor usaha ini mendapatkan tempat di bursa saham karena pertumbuhannya yang cukup menggembirakan di Indonesia.

“Pada tahun ini dari 30 perusahaan yang masuk bursa saham, 50 persennya atau 15 perusahaan berasal dari dua sektor usaha ini,” jelasnya di hadapan sejumlah pelaku usaha UKM dan Start Up Banua.

Bursa Efek Indonesia Mengajak UKM dan Start Up untuk Listing atau Go Public

Dikatakan Cita, banyak keuntungan yang dapatkan ketika usaha sudah menjadi go public. Mulai dari pendanaan yang tanpa batas, meningkatnya citra perusahaan sampai terciptanya kemandirian perusahaan.

“Jika sudah go public pastinya kinerja dan nilai usaha itu pasti meningkat, loyalitas serta profesionalisme karyawan juga membaik dan bahkan menghindari perpecahan antara sesama pemilik,” terangnya.

Selain itu, tambahnya keuntungan yang tidak banyak diketahui orang adalah mendapatkan potongan pajak sebesar 5 persen.

BACA JUGA:  Media Digital Sarana Pengembangan UMKM

“Perusahaan terbuka yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat memperoleh penurunan tarif PPh Badan sebesar 5 persen dari 25 % menjadi 20 persen,” ungkap cita seraya menambahkan tentunya ada syarat yang juga harus dipenuhi.

Usaha Kecil Menengah (UKM) tidak Perlu Mahal

Dirinya menampik jika selama ini untuk bisa go public hanya perusahaan yang besar-besar saja serta butuh biaya yang mahal.

“Kata siapa harus perusahaan besar, sekarang UKM saja bisa dan biayanya tidak seperti anggapan orang yang selama ini mahal. Kami bersama IDX Incubator siapa mendampingi agar pelaku usaha atau perusahaan siap untuk go public,” ucapnya.

Cita mengungkapkan proses listing sebuah perusahaan secara normal memakan waktu 6 bulan, namun bisa juga lebih lama. “Semua bergantung kepada keseriusan pemilik perusahaan, kalau ingin cepat bisa. Dan ada yang bertahun-tahun,” papar wanita ini.

BACA JUGA:  Smart Umrah Banjarmasin Cari Agen dan Marketing
Loading...

Dirinya berharap akan ada usaha dari Kalsel yang go public dalam waktu dekat ini. “Khusunya bagi teman-teman yang bergerak di start up banyak peluang untuk mendapatkan suntikan dana ketika sudah listing di Bursa Efek Indonesia,” harap Cita

Editor/ Foto : Didin Ariyadi

Facebook Comments
Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.