Utang 10 BUMN Dipundak Erick Thohir

Utang 10 BUMN Dipundak Erick Thohir

Wartaniaga.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo menunjuk dan melantik Erick Thohir sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). profesional berpengalaman yang memiliki banyak bisnis tersebut dikasih PR untuk mewujudkan ekspansi BUMN ke luar negeri. Hal ini berlandaskan permintaan dari Jokowi sendiri saat pelantikan menteri yang berpesan kepada Erick agar mampu membawa BUMN Indonesia berjaya hingga ke luar negeri.

Pengamat Kebijakan Publik, Universitas Trisakti, Profesor Trubus Rahardian mengatakan bagi sebagian kalangan, Erick Thohir memang dipandang sebagai sosok yang tepat meewujudkan itu. Bos Mahaka Group ini dikenal berhasil membangkitkan perusahaan yang sedang terpuruk dan merugi. Karena itu, penunjukan Erick Thohir sebagai menteri BUMN dinilainya tepat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Namun Profesor Trubus mengingatkan tentunya sebelum mewujudkan permintaan Jokowi soal rencana ekspansi ke luar negeri. Ada satu masalah krusial yang harus diselesaikan oleh Erick. salah satu masalah yang membuat BUMN Indonesia sulit melakukan ekspansi karena terbebani oleh utang.

Mengutip data yang terpublikasi di berbagai media, Profesor Trubus menyebutkan, hingga bulan Desember 2018 lalu, setidaknya ada 10 BUMN dengan utang terbesar, antara lain BRI menanggung utang Rp1.008 triliun, Bank Mandiri utang Rp997 triliun, BNI utang Rp660 triliun, PLN utang Rp543 triliun, Pertamina utang Rp522 triliun, BTN utang Rp249 triliun, Taspen utang Rp222 triliun, Waskita Karya utang Rp102 triliun, Telekomunikasi Indonesia utang Rp99 triliun, dan Pupuk Indonesia utang Rp76 triliun.

“Rasio utang perusahaan rata-rata sudah di atas separuh aset yang dimiliki masing-masing perusahaan pelat merah ini. parahnya ada yang rasionya mendekati aset yang dimiliki, seperti BRI dengan aset Rp1.179 triliun, artinya dengan utang yang ditanggung berbanding aset dimiliki, perusahaan bisa dipailitkan,” katanya kepada wartaniaga.com, Jumat (25/10).

“Bisa dikatakan 10 BUMN ini terancam bangkut. Sebab kalau asetnya dijual semua habis untuk membayar utang,” Profesor Trubus melanjutkan.

Ia menegaskan Erick Thohir harus fokus berupaya untuk menyehatkan BUMN tersebut dengan mengurangi utang, setidaknya dilakukan secara bertahap. Agar utang yang dimiliki tidak terus bertambah, tapi bisa semakin berkurang.

“Saya yakin Erick Thohir bisa menangani hal ini. tentunya Erick juga bisa berkoordinasi dengan sahabatnya, Sandiaga Uno untuk menyelesaikan masalah besar BUMN agar bisa sehat,” bebernya.

Profesor Trubus menerangkan dengan tidak memiliki utang, BUMN akan dapat bergerak lincah dan mudah untuk ekspansi. Terlebih lagi sebagian BUMN saat ini memiliki banyak keistimewaan, di antaranya monopoli proyek infrastruktur, diberikan keleluasaan untuk bersinergi dengan BUMN lain, tidak boleh masuk tempat lain kecuali BUMN. Serta penyertaan modal negara setiap tahun Rp40 triliun dengan gratis.

“Dengan demikian BUMN menghasilkan keuntungan yang luar biasa, 5-10 kali lipat. Namun sekarang ini keuntungan sangat kecil, yakni hanya Rp40-60 triliun rupiah,” singkatnya.

Editor : Mukta

Pos terkait

banner 468x60