BPHTB Penyumbang Terbesar PAD 2019 di Banjarbaru

  • Whatsapp
BPHTB Penyumbang Terbesar PAD 2019 di Banjarbaru

Wartaniaga.com, Banjarbaru – Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Banjarbaru klaim pajak Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebagai penyumbang terbesar PAD 2019.

Menurut, Sekretaris Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Banjarbaru Masrul, PAD dari BPHTB itu bulan ini telah mencapai angka 97.29 persen. Diakui pihaknya di Kota Banjarbaru masih banyak lahan yang bisa dijadikan ladang bisnis seperti usaha properti yang menjadi primadona dalam pendapatan utama.

Muat Lebih

Masrul mengungkapkan keberhasilannya ini tidak terlepas dari kesadaran masyarakat akan membayar pajak. Selain itu, pihaknya juga mempunyai pengontrol dalam pelaksanaan dan pengawasan dilapangan agar target pun bisa tercapai.

BACA JUGA:  Penandatanganan Perjanjian Kinerja Rumah Sakit Daerah Idaman Banjarbaru

“Kita ada tim khusus untuk menindak apabila ada yang berlaku curang,” ucapnya.

Sebelumnya, Ia menjelaskan pemasukan yang didominasi oleh pajak  BPHTB ini banyak membawa perubahan bagi pemko pada tahun sebelumnya, salah satunya akan fokuskan pada pembangunan infrastruktur apabila PAD ini masih bisa dimaksimalkan untuk kedepannya.

“Nanti kita akan susun program lagi dalam mengelola sebelas macam pajak supaya merata aja agar nantinya bisa maksimal,” bebernya.

Masrul membeberkan, pencapaian target tersebut sudah menembus angka maksimal dari sebelas pajak yang dikelolanya saat ini. Bahkan, hasil dari pendapatan selama satu tahun terakhir, sebanyak 28 persen dari PAD masuk menjadi kas APBD di Pemerintah Kota Banjarbaru.

BACA JUGA:  'Melon' Capai 40 Ribu, Pemko Hanya Memantau

“Total keseluruhan pendapatan kita tuk tahun ini mencapai Rp 1,23 miliar lebih lah,” ungkapnya.

Hingga kini, selain BPHTB yang mendominasi pendapatan asli daerah (PAD) di 2019 adalah pajak hiburan seperti Bioskop dan event mencapai angka cukup fantastis yaitu 110, 8 persen. Kemudian, pajak penerangan pun masuk diangka 80.01 persen, serta disusul pajak restoran yang masuk sebanyak 85. 06 persen. Dilain hal,  pajak sarang burung walet belum dirasa memenuhi standart maksimal yang harusnya di targetkan 83.64 persen, namun masih belum tercapai.

“Alhamdulillah, dengan keseriusan kami target tercapai, tuk yang lainnya nanti menyusul,” tutupnya.

Reporter : Riswan
Editor      : Hamdani
Foto        : Riswan

Pos terkait