Sita Puluhan Miras di Warung Jablai

Wartaniaga.com, Banjarbaru – Puluhan miras berbagai merk kembali diamankan oleh Sat-Pol PP Kota Banjarbaru, saat melakukan sidak di salah satu warung ‘Jablai’ milik pasutri PA dan RU di Jalan Trikora, Liang Anggang, Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru, Rabu (25/9) sore kemarin.

Dalam hal itu sedikitnya telah berhasil menyita 29 jenis minuman beralkohol salah satunya merk wiski dan beberapa merek bir.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kepala Satuan Pamong Praja (Sat-Pol PP) Kota Banjarbaru, Mahraen Rahman, melalui Sekretaris Satuan, Bahrin, mengatakan, keduanya tidak dapat mengelak lagi karena terlanjur kedapatan menjual miras di warungnya.

“Akibat tidak mengantongi izin dari pemerintah Kota Banjarbaru, puluhan miras Ilegal yang dijual di warung milik suami istri itu sudah kami sita” ujarnya kepada Wartaniaga.com saat ditemui diruang kerjanya.

Ia menambahkan pihak Sat-Pol PP Kota Idaman juga mengamankan pembeli miras inisial MR (30) warga Jalan Gudang Hirang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

“Pembeli yang kami pergoki sempat berusaha untuk lari dari warung tersebut,” bebernya.

Dalam keterangan yang disampaikan oleh Sekretaris Satuan ini, diketahui PA dan RU sudah menggeluti bisnis minuman haram tersebut selama enam bulan terakhir. Dari berbagai merk miras yang mereka jual mendapat keuntungan antara Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu perbotolnya.

“Seminggunya kedua pasangan ini dapat menghabiskan 60 botol miras yang dijualnya dengan berbagai merk, jika ditotalkan dalam sebulan menjadi 240 botol. Bahkan pendapatan kotor yang mereka dapatkan kisaran Rp 4,8 juta sampai Rp 7,2 perbulannya,” tandasnya

Dari pengakuan keduanya barang haram yang dapatkan ini berasal dari pasokan penjual yang ada di Banjarmasin, transaksi yang dilakukan melalui telepon. Jika barang haram itu kebetulan habis maka mereka akan memesan lagi dan diantar menggunakan mobil secara sembunyi-sembunyi.

“Kedua pasangan ini besok akan kami sidang, dalam hal ini mereka terkena perda nomor 5 tahun 2005 tentang larangan minuman beralkohol,” cetusnya.

Selain itu, Bahrin mengungkapkan apabila keduanya sudah naik kepengadilan maka hukuman yang diberikan kepada mereka minimal kurungan penjara tiga bulan dan denda Rp 50 juta.

“Ya, saat ini keduanya sudah dilakukan pemeriksaan hingga nanti akan diproses kepersidangan,” tutupnya.

Reporter : Riswan
Editor : Hamdani
Foto : Riswan

Pos terkait

banner 468x60