Harga Tiket Pesawat Masih Meroket

  • Whatsapp
Foto desain by Wartaniaga.com

Wartaniaga.com,Banjarmasin- Harga tiket pesawat  beberapa hari menjelang lebaran 1440 H dari Banjarmasin ke berbagai kota di Indonesia masih mahal. Pantauan Wartaniaga.com diberbagai aplikasi yang menjual tiket, kenaikan ini bahkan mencapai 200 persen lebih.

Penerbangan Banjarmasin –Jakarta misalnya harga termurah berkisar Rp 3 jutaan hingga Rp 6,4 juta. Nilai ini jauh dibandingkan harga normal yang hanya berkisar Rp 1,5 juta.  Begitu pula dengan rute Banjarmasin –Surabaya yang beberapa hari ke depan sudah tidak tersedia lagi. Namun, H-2 dibuka dari harga mulai Rp 3,4 juta sampai Rp 5 jutaan.

Muat Lebih

BACA JUGA:  Bertekad Perbaiki Infrastruktur, Saut Ingin Masuk Komisi III

Lebih mencengangkan lagi, harga tiket  tujuan Yogyakarta hingga Rp 8,3 juta dari harga terendah sekitar Rp 2,6 juta. Bukan itu saja, meroketnya harga ini juga berlaku untuk penerbangan Banjarmasin- Bandung   dengan harga Rp 3,3 juta sampai Rp 5 jutaan.

Sementara itu, Banjarmasin – Makasar  masih dikisaran Rp 1,2 juta hingga Rp 1,7 juta, meski harga  ini juga telah naik 100 persen jika dibanding hari normal yang hanya Rp 700 an ribu.

Ani Sulastri, salah satu warga Banjarmasin yang ingin mudik ke Surabaya terpaksa membatalkan keinginannya berkumpul keluarga pada lebaran mendatang. Menurutnya, harga tiket yang super mahal mengurungkan keinginannya mudik.

Super mahal mas, tidak sanggup saya membelinya, belum lagi untuk keperluan berlebaran di kampung halaman, mana cukup uangnya ? “ keluhnya ketika dihubungi wartaniaga.com, Kamis (30/5).

BACA JUGA:  IBI Dituntut Tingkatkan Kualitas Pelayanan Persalinan

Dirinya berharap setelah lebaran nanti harga bisa kembali normal sehingga meski terlambat masih bisa pulang ke Surabaya. “ Semoga nanti setelah lebaran bisa pulang “ harap ibu 2 anak ini.

Senada dengan Ani, Rahman juga terpaksa mengurungkan niatnya merayakan Idul Fitri di kampung kelahirannya Sleman, Yogyakarta disebabkan harga tiket pesawat yang tidak terjangkau. “ Mau gimana lagi,  kalaupun dipaksakan cukup untuk saya sendiri, bagiaman anak istri ?” katanya

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai teknisi sepeda motor ini berharap pemerintah dapat segera mencarikan solusi atas persoalan ini. “ Kalau mau lebaran, Natal atau Tahun Baru wajar saja naik harganya tetapi jangan juga seperti ini hampir 3 kali lipat” ujar Ocenk panggilan akrabnya ini.

BACA JUGA:  Kepengurusan IDI Tanah Laut Dikukuhkan

Editor : Didin Ariyadi

Pos terkait