Ketua DPRD HSU Pimpin RDP Karhutla Bersama PREDAM Bahas Tuntutan Relawan dan Transparansi Dana Bantuan Presiden Rp10 Miliar

Wartaniaga.com. ​Amuntai – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk menindaklanjuti permohonan Perkumpulan Relawan Pemadam (PREDAM) HSU terkait penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta evaluasi hasil RDP sebelumnya.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD HSU H. Fadilah, S.M., didampingi Wakil Ketua I Mawardi, S.H., M.M., dan jajaran anggota dewan ini berlangsung di Ruang Rapat DPRD Gedung Baru Lantai 2 Rabu (4/11/2026) Dari pihak eksekutif, hadir Sekretaris Daerah HSU H. Adi Lesmana bersama perwakilan instansi teknis seperti BPBD serta Satpol PP dan Damkar.
​
Bendahara PREDAM HSU, H. Alfiansyah, memaparkan gambaran kondisi di lapangan yang melibatkan 128 Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), baik yang terdaftar maupun belum terdaftar di bawah naungan PREDAM. Ia mengungkapkan bahwa keterbatasan armada dan personel instansi pemerintah selama ini sangat terbantu oleh aksi sigap para relawan swasta.

Namun, karena sebagian besar operasional masih ditanggung secara pribadi oleh relawan, PREDAM mengajukan 7 tuntutan utama kepada pemerintah daerah, yakni peningkatan pencegahan Karhutla, dukungan sarana prasarana, kepastian operasional relawan, sinergi antarinstansi, perlindungan keselamatan dan pelatihan teknis, penguatan anggaran berkelanjutan, hingga langkah konkret penanganan di lapangan.

​Selain tuntutan tersebut, PREDAM menyuarakan harapan besar terkait kabar bantuan dari Presiden senilai Rp10 miliar untuk Pemkab HSU. Mengingat minimnya peralatan pendukung di tingkat basis, PREDAM memohon transparansi pengelolaan dana tersebut dan berharap adanya keberpihakan pada kesejahteraan relawan. Pihaknya meminta agar seluruh 128 BPK yang ada bisa tersentuh bantuan perlengkapan seperti selang dan minimal kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tiga personel di setiap BPK, serta siap mengikuti seluruh prosedur resmi yang ditetapkan.

​Menanggapi hal tersebut, Sekda HSU H. Adi Lesmana menjelaskan bahwa pemerintah daerah baru menerima petunjuk teknis (Juknis) penggunaan dana bantuan presiden tersebut pada 21 Oktober lalu. Mengingat proses pertanggungjawabannya yang cukup rumit dan ketat, pemda harus mematangkan perencanaan agar tepat sasaran.

“Juknis anggaran tersebut mencakup pembiayaan operasi penanganan lahan gambut, BBM, logistik, pengadaan APD, pompa air, sumur bor, motor trail, bantuan kesehatan dan obat-obatan, insentif pemadaman bagi relawan yang besarannnya ditetapkan Kepala Daerah, hingga pemulihan ekosistem pascabencana” Jelas sekda

​Adapun penyaluran alokasi dana Rp10 miliar tersebut disalurkan melalui tiga SKPD pengampu teknis, yakni BPBD sebesar Rp5,7 miliar untuk pengadaan sarana fisik seperti motor trail, drone, dan mesin pompa; Satpol PP dan Damkar sebesar Rp2,9 miliar; serta Dinas Kesehatan sebesar Rp1,2 miliar untuk pemenuhan fasilitas kesehatan dan obat-obatan.

Melalui RDP ini, DPRD HSU berharap komunikasi ini dapat terjembatani sehingga sinergi antara Pemkab HSU dan para relawan PREDAM semakin solid dalam menjaga wilayah dari ancaman Karhutla.

Reporter : Darma Setiawan
Editor: Hariyadi

Pos terkait