Wartaniaga.com. Amuntai – Musibah kebakaran yang melanda Desa Jarang Kuantan, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Selasa (3/11/2026) dini hari, menghanguskan enam unit rumah warga. Lima rumah di antaranya ludes terbakar 100 persen, sementara satu rumah lainnya mengalami kerusakan sekitar 20 persen. Peristiwa tersebut berdampak terhadap tujuh kepala keluarga.
Merespons musibah tersebut, Bupati Hulu Sungai Utara H. Sahrujani bergerak memberikan perhatian dan bantuan kepada warga terdampak, Atas Arahan Bupati Hulu Sungai Utara H. Sahrujani Wakil Bupati Hero Setiawan turun langsung mengunjungi lokasi sekaligus menyerahkan bantuan kepada para korban pada Selasa siang (3/11/2026).
Kunjungan tersebut turut didampingi jajaran Dinas Sosial Kabupaten HSU, Satpol PP dan Damkar Kabupaten HSU, BPBD Kabupaten HSU, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten HSU, serta Camat Amuntai Selatan.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati HSU yang akrab disapa Iwan Alabio, menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat. Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat yang tertimpa bencana merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian pemerintah dalam memberikan pelayanan, perlindungan, serta penanganan terhadap warga terdampak.
“Bapak Bupati berpesan, setiap terjadi musibah, terutama ketika masyarakat berada dalam kondisi sulit, seluruh dinas terkait harus segera hadir. Kita harus bergerak cepat mendatangi masyarakat yang terkena musibah dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan mereka,” tegas Iwan Alabio
Ia juga memberikan apresiasi terhadap kesigapan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan barisan pemadam kebakaran di Kabupaten HSU yang dinilai telah menunjukkan respons cepat serta kolaborasi yang baik dalam penanganan berbagai kejadian kebakaran. Menurutnya, ancaman kebakaran di wilayah HSU perlu mendapat perhatian serius. Kondisi lingkungan dengan banyaknya bangunan berbahan kayu, ditambah cuaca panas dan belum masuknya musim penghujan, meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.
Karena itu, Iwan Alabio, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh berbagai hal yang berpotensi menjadi pemicu kebakaran. Ia secara khusus menyoroti tiga faktor utama yang harus diwaspadai, yakni hubungan arus pendek listrik atau korsleting, penggunaan kompor, serta pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan.
“Pastikan instalasi listrik diperiksa secara berkala. Jika hendak tidur, pastikan api kompor benar-benar sudah padam. Begitu juga ketika membakar sampah, jangan pernah meninggalkannya sebelum api benar-benar mati. Hal-hal sederhana seperti ini harus menjadi perhatian bersama,” imbaunya.
Sebagai bentuk kepedulian dan upaya meringankan beban korban, Pemerintah Kabupaten HSU melalui sejumlah perangkat daerah menyalurkan bantuan bagi warga terdampak.
Dinas Sosial memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp16 juta bagi rumah yang mengalami kebakaran 100 persen. Dinas Ketahanan Pangan menyalurkan bantuan beras untuk memenuhi kebutuhan pangan selama 60 hari ke depan berdasarkan jumlah jiwa dalam keluarga. Selain itu, bantuan juga diberikan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), khususnya untuk kebutuhan anak-anak dan keluarga, serta bantuan perlengkapan rumah tangga melalui BPBD dan Dinas Sosial.
Iwan Alabio, berharap bantuan yang diserahkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan pascakebakaran. “Bantuan ini mungkin belum seberapa dibandingkan dengan kerugian yang dialami, tetapi mudah-mudahan dapat meringankan beban pian seberataan. Kami berharap masyarakat yang tertimpa musibah diberikan kesabaran dan kekuatan,” ujarnya.
Reporter: Darma Setiawan
Editor : Hariyadi



















