Kabut Asap Menimpa Bumi Kita, Duka dan Harapan di Tengah Kalimantan Selatan

Penulis Hervita Liana Aktivis perempuan Disabilitas Kalsel.

Wartaniaga.com,Kabut tebal kini menyelimuti tanah kelahiran kami, bumi Kalimantan Selatan. Udara yang kita hirup setiap hari tak lagi sehat, tak lagi bersih. Duka menyelimuti hati kami — langit yang dulu cerah kini tertutup kabut kelam, dan napas yang seharusnya bebas dan ringan terasa berat, sesak, dan perih.

Bagi kami penyandang disabilitas, kabut asap ini terasa jauh lebih berat dan menyedihkan. Kami sangat mengharapkan hari-hari kelam ini segera berakhir. Kami menanti dengan rindu yang mendalam — rindu pada udara bersih, rindu pada langit cerah, dan rindu pada kesejahteraan yang tenang. Kami berdoa, semoga hujan segera turun membasuh bumi ini, membersihkan debu dan asap yang mengganggu, serta mendinginkan tanah yang terasa kering dan panas.

Saat ini, penyakit berdatangan tanpa diundang. Batuk tak kunjung reda, pilek yang menyiksa, kepala pening yang tak pergi, dan yang paling mengkhawatirkan — Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang menyerang banyak orang. Kondisi kami yang memang membutuhkan perhatian dan perlindungan ekstra, kini terasa semakin rentan dan terancam. Setiap tarikan napas menjadi perjuangan, setiap hari menjadi ujian kesabaran.

Namun di tengah duka dan kesusahan ini, kami tak akan menyerah. Kami tetap berdoa, tetap menjaga diri, dan tetap berharap. Semoga pemerintah dan semua pihak semakin peduli, semakin tanggap, dan segera hadir melindungi kami — terutama kami yang rentan, yang membutuhkan udara bersih dan kesehatan yang terjamin.

Kami rindu udara yang segar.
Kami rindu langit yang cerah.
Kami rindu bisa bernapas dengan tenang.

Semoga hujan segera datang, semoga asap segera lenyap, dan semoga bumi Kalimantan Selatan kembali sehat, kembali damai, dan kembali bersahabat bagi kita semua.

Penulis: Hervita Liana Aktivis perempuan Disabilitas Kalsel

Pos terkait