HR FUEL-SMART: Rancangan SPBU Terapung Berbasis Internet Of Things dan Smart Supply Chain untuk Transparansi Distribusi BBM di Kecmatan Paminggir

Rahmawati Darma

Wartaniaga.com,HR FUEL-SMART dirancang sebagai prototype awal SPBU terapung berbasis Internet of Things (IoT) yang digunakan untuk memantau ketersediaan BBM pada tangki penyimpanan. Tangki mini berupa botol plastik bening yang berisikan air berwarna sebagai simulasi BBM, penggunaan air berwarna dilakukan untuk menunjukkan kerja alat secara aman tanpa menggunakan bahan bakar asli.

Tangki mini tersebut ditempatkan pada struktur miniatur SPBU terapung yang terbuat dari bahan sederhana, seperti kardus dan styrofoam Sensor ultrasonik terletak di atas tangki mini dan menghadap permukaan cairan, cara kerjanya adalah dengan memancarkan gelombang ultrasonik dan menerima pantulan gelombang dari permukaan cairan.

Selanjutnya, jarak antara sensor dan permukaan air digunakan untuk mengukur ketinggian cairan. Ketika volume cairan meningkat, sensor semakin dekat dengan permukaan cairan.

Sebaliknya, ketika volume cairan menurun, sensor semakin jauh dari permukaan cairan. Hal ini dapat memungkinkan sensor untuk memperkirakan persentase stok dalam tangki tanpa terpapar cairan.

ESP32 menerima data pembacaan sensor dan berfungsi sebagai pusat pengolahan data atau mikrokontroler pada prototype. ESP32 diprogram untuk mengubah data jarak hasil pembacaan sensor menjadi persentase persedian BBM. Kemudian hasil pengolahan dikategorikan menjadi tiga kondisi: aman, waspada, dan kritis.

Tabel 1. Persentase persediaan BBM dari ESP32

Pada pengembangan berikutnya, data dari ESP32 dirancang untuk dikirimkan melalui jaringan komunikasi menuju dashboard monitoring pada komputer atau telepon pintar. Dashboard berfungsi untuk menampilkan informasi stok dan status tangki secara jarak jauh kepada pihak yang berwenang. Selain menampilkan kondisi persediaan BBM, prototype menyediakan QR pengaduan sebagai media akses informasi dan partisipasi masyarakat. QR tersebut dapat diarahkan ke formulir digital yang memuat saluran laporan terkait kelangkaan, perbedaan harga, atau kendala pelayanan BBM.

Pada platform digital Smart Supply Chain dan Monitoring, dashboard mengintegrasikan data stok BBM dari sensor IoT dengan informasi distribusi pada SPBU terapung HR FUEL-SMART. Jika sensor IoT dapat mengukur ketinggian cairan dan persentase persediaan tangki, dashboard dapat menampilkan data tersebut dalam bentuk yang mudah dipahami oleh
pengelola, pemerintah, dan masyarakat.

Beberapa informasi penting dapat ditemukan di dashboard, termasuk persentase persediaan Pertalite dan Biosolar, status ketersediaan BBM, riwayat masuk dan keluar BBM, jadwal pasokan, dan notifikasi kondisi persediaan.

Data tentang persediaan BBM dapat dikategorikan menjadi status aman, waspada, atau kritis. Status aman menunjukkan bahwa stok masih mencukupi, status waspada menunjukkan bahwa persediaan harus dipantau dan disiapkan untuk pengisian ulang, dan status kritis menunjukkan bahwa pasokan yang paling penting harus diatur.

Dalam perspektif transparansi, masyarakat dapat mengakses informasi publik seperti status ketersediaan BBM, harga acuan, jadwal pelayanan, serta kanal pengaduan. Namun, rincian data operasional dan transaksi hanya dapat diakses oleh pihak berwenang. Pengaturan akses tersebut diperlukan agar platform tetap mendukung keterbukaan informasi tanpa mengabaikan keamanan data.

Tahapan pengenalan model dilakukan agar masyarakat bisa memahami dan menerima, tahapan-tahapannya sebagai berikut:

1. Sosialisasi awal di desa
Pemerintah desa, pengelola, dan tim pendamping memperkenalkan prototype mini SPBU terapung. Masyarakat diperlihatkan cara kerja tangki mini, sensor, indikator LED, OLED, dashboard, serta QR pengaduan.

2. Demonstrasi langsung prototype
Demonstrasi dilakukan dengan memperlihatkan perubahan status stok. Ketika air pada tangki mini berkurang, sensor menunjukkan perubahan status dari hijau menjadi kuning atau merah. Demonstrasi ini membantu masyarakat memahami bahwa sistem digunakan untuk memantau ketersediaan BBM, bukan untuk mempersulit akses BBM.

3. Penyebaran informasi sederhana
Informasi dapat ditempel pada titik kumpul masyarakat, isi informasi cukup berupa harga acuan, jadwal pelayanan, arti warna status stok, nomor kontak pengelola, dan QR pengaduan.

4. Pelatihan operator digital
Operator SPBU terapung serta relawan dari karang taruna atau mahasiswa diberikan pelatihan dasar untuk membaca dashboard, memperbarui data, memeriksa perangkat, dan menerima laporan masyarakat.

5. Pendampingan kelompok rentan secara langsung
Masyarakat yang belum terbiasa menggunakan aplikasi tetap dapat memperoleh informasi melalui papan pengumuman, informasi lisan dari pemerintah desa, dan petugas layanan. Dengan demikian, model digital ini tidak menciptakan kelompok masyarakat yang tertinggal.

Pada proses pengembangan pada model ini, diperlukan analisis SWOT untuk  mengidentifikasi faktor internal dan eksternal sesuai yang tertera di tabel 3.

Untuk Analisis SWOT HR FUEL-SMART, dapat dilihat pada Lampiran 2.

Pengembangan rancangan HR FUEL-SMART terbukti menjadi solusi strategis berbasis digital governance untuk memantau distribusi BBM bersubsidi di Desa Paminggir secara real-time.

Pertama, integrasi sensor ultrasonik dan mikrokontroler ESP32 pada tangki SPBU terapung mampu mengukur ketinggian cairan dan mengategorikan persediaan ke dalam indikator visual (aman, waspada, kritis) guna mencegah potensi penimbunan BBM.

Kedua, platform digital Smart Supply Chain and Monitoring berperan menyajikan data stok, riwayat distribusi, dan jadwal pasokan secara terintegrasi sehingga mewujudkan transparansi serta pemerataan akses BBM di wilayah rawa.

Ketiga, pengenalan model digital kepada masyarakat khususnya generasi muda dilakukan melalui sosialisasi, demonstrasi langsung, pelatihan operator, dan penyediaan fitur QR Pengaduan, yang berhasil mendorong partisipasi publik dalam mengawasi kebijakan penyaluran BBM bersubsidi

Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara dan dinas terkait disarankan untuk memberikan dukungan regulasi serta alokasi anggaran guna melakukan uji coba lapangan (pilot project) dan merealisasikan prototype HR FUEL-SMART ini secara aktual di Kecamatan Paminggir.

Selain itu, bagi peneliti selanjutnya, direkomendasikan untuk mengembangkan ketahanan fisik perangkat sensor terhadap kondisi lingkungan perairan rawa yang ekstrem,
melengkapi fitur otomatisasi pengdeteksi kebocoran, serta memperluas pendampingan literasi digital bagi masyarakat rentan agar sistem pengawasan dapat berjalan berkelanjutan.

Pos terkait