AMKS Hasanuddin HM, Rumah Kedua Mahasiswa Banua di Surabaya, Jadi Perhatian Komisi I DPRD Kalsel

Wartaniaga.com, Surabaya – Berdiri sejak 5 April 1984 di Jalan Pucang Adi, Surabaya, Asrama Mahasiswa Kalimantan Selatan (AMKS) Hasanuddin HM menyimpan perjalanan panjang dalam mendukung pendidikan mahasiswa asal Banua di Jawa Timur.

Asrama yang dibangun Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada masa kepemimpinan Gubernur Mistar Tjokrokoesoemo tersebut sejak awal diperuntukkan sebagai hunian bagi mahasiswa Kalsel yang menempuh pendidikan di Surabaya.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Lebih dari sekadar tempat tinggal, AMKS Hasanuddin HM telah menjadi rumah kedua bagi mahasiswa Banua. Selama puluhan tahun, asrama ini menjadi ruang tumbuhnya kebersamaan, organisasi, sekaligus tempat lahirnya berbagai gagasan dan kader intelektual asal Kalimantan Selatan.

Untuk memastikan nilai historis tersebut tetap terjaga dan diiringi dengan fasilitas yang memadai, Komisi I DPRD Provinsi Kalsel melakukan monitoring ke AMKS Hasanuddin HM, Kamis (6/8/2026) pagi.

Kunjungan tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Habib Hamid Bahasyim. Dalam monitoring itu, rombongan bersama Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel meninjau langsung kondisi bangunan, kamar mahasiswa, serta sejumlah fasilitas pendukung yang tersedia di asrama.

Habib Hamid menegaskan, DPRD Kalsel berkomitmen mengawal pembenahan dan peningkatan sarana prasarana AMKS Hasanuddin HM agar mahasiswa dapat tinggal dan beraktivitas dengan lebih nyaman.

“Kami sangat mendukung setiap progres pembenahan asrama ini. Saat meninjau langsung bersama Biro Umum Setda Kalsel, kami telah melihat kondisi kamar beserta kelengkapan prasarana yang memang memerlukan peremajaan, mulai dari kasur, lemari, hingga fasilitas pendukung seperti exhaust fan untuk memastikan sirkulasi udara di dalam kamar tetap sehat,” ujar Habib Hamid.

Menurutnya, kondisi fasilitas asrama menjadi salah satu hal penting yang perlu mendapat perhatian. Lingkungan tempat tinggal yang layak diharapkan dapat menunjang kenyamanan mahasiswa selama menjalani pendidikan sekaligus melaksanakan berbagai kegiatan kemahasiswaan.

Habib Hamid mengatakan, hasil monitoring tersebut akan ditindaklanjuti bersama Biro Umum Setda Kalsel, terutama terkait kebutuhan pemenuhan dan peremajaan sejumlah fasilitas.

Selain pembenahan fisik, Komisi I juga mendorong agar AMKS Hasanuddin HM dapat lebih optimal dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan mahasiswa Banua di Surabaya.

“Kami mendorong para mahasiswa untuk memusatkan berbagai kegiatan keorganisasian maupun agenda kemahasiswaan lainnya di Asrama Hasanuddin ini. Aspirasi mengenai perbaikan dan penambahan fasilitas tentu akan segera kami tindak lanjuti bersama mitra kerja di Biro Umum,” tuturnya.

Perhatian DPRD Kalsel terhadap kondisi AMKS Hasanuddin HM mendapat apresiasi dari para penghuni asrama. Pengurus AMKS Hasanuddin, Adib Nur Rahman, menyambut positif kunjungan Komisi I dan berharap dukungan pemerintah daerah dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Menurutnya, keberadaan AMKS Hasanuddin HM memiliki arti penting bagi mahasiswa asal Kalimantan Selatan yang menempuh pendidikan di Surabaya.

“Dari asrama inilah telah lahir banyak tokoh dan sosok hebat yang berkontribusi bagi daerah. Kami berharap kunjungan Komisi I ini menjadi jembatan aspirasi kami agar AMKS Hasanuddin semakin unggul ke depan,” ucap Adib.

Dengan sejarah panjang yang dimilikinya, AMKS Hasanuddin HM diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan nilai kebersamaan yang telah terbangun selama puluhan tahun, tetapi juga terus berkembang menjadi ruang yang mendukung pendidikan, organisasi, dan pengembangan kapasitas mahasiswa Banua di Jawa Timur.

Editor:Aditya

Pos terkait