Taman Budaya Kalsel Gelar Revitalisasi Tari Topeng

Kepala UPT Taman Budaya, Rizal Fahmi

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Upaya melestarikan budaya terus dilakukan oleh Taman Budaya Kalimantan Selatan ( Kalsel). Salah satunya dengan menggelar lokakarya dan Sarasehan Revitalisasi Tari Topeng bersama Serikat Pemersatu Seniman Indonesia ( SPSI) Kalsel.

Kegiatan ini digelar selama 2 hari sejak Jum’at at hingga Sabtu, 19-20 Juni 2026 di gedung Balairungsari Taman Budaya Kalsel.

Menurut Kepala UPT Taman Budaya Kalsel, Rizal Fahmi kegiatan ini merupakan salah satu upaya pihaknya dalam melestarikan budaya Tari Topeng khususnya Tari Topeng Bakumpai, Batola dan Barikin, Hulu Sungai Tengah ( HST).

” Ini sebagai bentuk upaya kita melestarikan kebudayaan agar lestari dan kenal lebih luas,” ujarnya kepada sejumlah wartawan di Banjarmasin, Sabtu (20/6).

Dikatakannya, tari topeng merupakan salah satu warisan budaya yang harus dijaga dan lestarikan.

” Saat ini budaya yang kita miliki perlu di ketahui oleh generasi muda agar mereka bisa meneruskan estafet pelestariannya. Kalau bukan kita siapa lagi, mari kita sama-sama menjaga dan melestarikan budaya yang ada di Banua,” ajak Rizal.

Sementara itu, salah seorang narasumber sarasehan, Drs Setiap Budi M.Si, P.hD mengungkapkan tari Topeng pertama kali dikembangkan saat kesultanan Banjar.

” Putri Junjung Buih meminta untuk digelar pagelaran Karasmin saat perbikahannya, itulah pertama kali tari topeng dipentaskan,” ujar Dosen Antropologi ULM ini.

Sementara itu tambahnya, untuk tari topeng di Bakumpai sudah berasimilasi dengan budaya lokal, sehingga bersifat sakral.

Meski demikian, ia tetap mendukung revitalisasi tari topeng demi pelastarian budaya. ” Revitalisasi tetap harus kita lakukan tetapi tari topeng yang bersifat sakral baik yang di Bakumpai atau di Barikin jangan dirubah,” katanya.

Disisi lain Ketua SPSI Kalsel, Muhammad Aris mengaku bersyukur karena tari topeng yang sebelumnya hanya digelar saat acara-acara tertentu kini bisa dinikmati masyarakat luas.

” Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap budaya khususnya Tari topeng. Yang bersifat ritual tetap harus dilestarikan dan yang Revitalisasi untuk pementasan,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini, ia mengucapkan terimakasih kepada UPT Taman Budaya yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

” Terimakasih kepada masyarakat Bakumpai, Barikin dan terutama UPT Taman Budaya yang telah mendukung sepenuhnya atas penyelenggaraan Revitalisasi Tari Topeng ini,” tutup Aris.

Di kegiatan ini, selain sarasehan dan lokakarya juga digelar pagelaran topeng tari garapan baru topeng Srikandi dan terikrikal topeng Bakumpai.

 

Editor: Hariyadi

Pos terkait